Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Hari ini kita memasuki bulan Sya’ban. Bulan
ini hendaknya kita jadikan momentum membersihkan penyakit-penyakit hati agar
kita mampu menyambut Ramadhan yang suci dengan jiwa yang bersih, ikhlas, dan
ketenangan hati. Bulan Sya’ban bukan hanya bulan penantian, tetapi momentum
penting untuk membersihkan hati dan menata jiwa untuk bertemu Ramadhan.
Rasulullah sudah memberi teladan nyata dengan memperbanyak amal ibadah di bulan
Sya’ban karena bulan ini adalah masa pengangkatan catatan amal kita kepada
Allah SWT. Maka, membersihkan hati dari penyakit hati menjadi ikhtiar penting
agar Ramadhan bisa disambut dengan jiwa yang sehat dan ibadah yang berkualitas.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Di antara penyakit hati yang harus kita
bersihkan dari hati kita adalah iri dan dengki atau hasad. Hasad adalah
perasaan tidak suka terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain,
disertai keinginan agar nikmat tersebut hilang. Penyakit ini sangat berbahaya
karena dapat menghapus pahala amal kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar.
Hasad juga menumbuhkan kebencian, memutus silaturahmi, dan merusak
persaudaraan. Allah berfirman:
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهِ بَعْضَكُمْ
عَلٰى بَعْضٍۗ
Artinya: “Janganlah kamu berangan-angan
(iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas
sebagian yang lain.” (QS An-Nisa: 32)
Mari hilangkan iri dan dengki dengan
memperbanyak syukur, menyadari bahwa rezeki telah diatur Allah dengan adil,
mendoakan kebaikan bagi orang yang diberi nikmat, serta menanamkan keyakinan
bahwa nikmat orang lain tidak mengurangi jatah kita sedikit pun.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Penyakit hati selanjutnya yang harus
kita hilangkan adalah sombong atau takabbur dan membanggakan diri atau ujub.
Penyakit hati ini sangat berbahaya karena menjadi sebab tertolaknya kebenaran
dan terhalangnya seseorang dari surga, sebagaimana kesombongan Iblis yang
menolak perintah sujud kepada Nabi Adam. Penyakit hati ini juga membuat kita
lupa bahwa semua kebaikan berasal dari Allah sekaligus menumbuhkan kesombongan
terselubung. Dalam Al-Qur’an, Allah melarang sikap sombong dan membanggakan
diri:
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى
الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ
Artinya: “Janganlah memalingkan wajahmu
dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat
membanggakan diri.” (QS Luqman: 18)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kemudian mari kita juga hilangkan
penyakit dendam dan benci di bulan Sya’ban ini. Dendam adalah keinginan
membalas keburukan dengan keburukan, sedangkan benci adalah perasaan permusuhan
yang mengendap di hati. Penyakit ini mengotori jiwa, menyenangkan setan, dan
menutup pintu ampunan Allah, khususnya ketika hati enggan memaafkan. Mari latih
jiwa kita untuk bisa memaafkan dengan mengingat besarnya pahala orang yang
memberi maaf. Mari berdoa agar hati kita dilembutkan serta mampu meneladani
Rasulullah yang mudah memaafkan, bahkan kepada orang yang menyakitinya.
Rasulullah bersabda:
مَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلا عِزًّا
Artinya, “Tidaklah Allah menambahkan
seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan menambah kemuliaan baginya.” (HR
Muslim).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Bulan Sya’ban bukan hanya tentang
menunggu Ramadhan, tetapi tentang menyiapkan diri agar layak bertamu di bulan
suci. Dengan membersihkan penyakit hati, kita tidak hanya menyambut Ramadhan
secara fisik, tetapi juga secara ruhani. Semoga Allah SWT membersihkan hati
kita, menghilangkan penyakit batin yang merusak, dan mempertemukan kita dengan
Ramadhan dalam keadaan hati yang sehat dan penuh keikhlasan. Amin.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar