Web ini Kumpulan tulisan kajian keagamaan yang menarik berdasarkan Al Qur’an dan Hadits Nabi Saw. Selain tulisan, Web juga berisi berita menarik seputar Madrasah, Video Tiktok dan Youtube yang baik untuk ditonton. Ikuti terus kajiannya, jangan sampai terlewatkan. Baca semua tulisannya. Semoga mendapatkan kebaikan. Amin

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Dalam kesempatan khutbah hari ini, marilah kita selalu meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Kehidupan
kita di dunia ini suatu saat akan berakhir dengan kematian. Namun berakhirnya
kehidupan ini tidak berarti berakhir pula seluruh jejak amal yang pernah kita
lakukan. Setiap kebaikan yang kita kerjakan dan setiap jejak yang kita
tinggalkan akan dicatat oleh Allah swt, termasuk kebaikan yang manfaatnya terus
dirasakan oleh orang lain setelah kita meninggal dunia. Allah swt berfirman:
إِنَّا نَحْنُ
نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ
أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ.
Artinya, “Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Yasin: 12).
Rasulullah
SAW bersabda:
إِنَّ مِمَّا
يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا
عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ
مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا
أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ
مَوْتِهِ.
Artinya, “Sungguh di antara amal dan kebaikan seorang mukmin yang menyertainya setelah kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarluaskan, anak saleh yang ditinggalkan, masjid yang dibangun, tempat yang disediakan untuk ibnu sabil (musafir), air sungai yang dialirkan, dan sedekah yang dikeluarkan dari hartanya ketika masih sehat dan masih hidup, semua itu akan menyertainya setelah kematiannya.” (HR. Ibnu Majah).
Berdasarkan hadits tersebut, ada beberapa amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir walaupun orang yang mengerjakannya sudah tiada. Pertama, ilmu yang pernah kita ajarkan dan kita sebarluaskan. Kedua, anak saleh yang kita tinggalkan. Ketiga, mushaf Al-Qur’an yang kita wariskan dan terus dibaca. Keempat, masjid yang kita terlibat di dalam pembangunannya. Kelima, tempat yang kita sediakan bagi para musafir. Keenam, aliran air yang kita alirkan untuk kemanfaatan manusia. Ketujuh, sedekah yang kita keluarkan saat kita masih hidup dan masih sehat.
Itulah beberapa amalan yang pahalanya tetap mengalir meskipun kita telah meninggal dunia. Jasad boleh kembali ke tanah, suara boleh tidak lagi terdengar, bahkan nama kita boleh dilupakan oleh manusia, tetapi kebaikan-kebaikan yang pernah kita tanam dapat terus tumbuh serta memberikan manfaat. Dan selama kebaikan itu masih dirasakan, maka selama itu pula ia akan menjadi bekal yang terus menyertai kita di akhirat nanti.
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, tidak ada bekal yang paling berharga bagi kita ketika menghadap Allah selain iman dan ketakwaan.
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Saat ini kita berada di bulan Rabiul Awal, bulan yang selalu mengingatkan kita kepada sosok manusia paling mulia, Nabi Muhammad saw. Di bulan ini, nama Rasulullah kembali sering disebut. Shalawat dilantunkan. Kisah kelahiran dan perjuangan beliau dibacakan. Majelis-majelis maulid kembali semarak. Semua itu merupakan ungkapan cinta kita kepada Rasulullah saw.
Cinta
yang sejati selalu melahirkan keinginan untuk mengikuti. Ketika kita mencintai
seseorang dan menjadikannya sebagai teladan, tentu kita ingin meniru
kebaikannya. Kita ingin memiliki sifat-sifat baik yang ada pada
dirinya. Begitu pula dengan cinta kepada Nabi Muhammad saw. Mencintai
Rasulullah berarti berusaha mengikuti beliau, meneladani akhlaknya, menjaga
ucapan, memperbaiki perilaku, dan menghadirkan ajaran beliau dalam kehidupan
sehari-hari. Allah Swt berfirman:
قُلْ إِنْ
كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.
Artinya, “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Salah
satu cara mencintai Rasulullah saw. adalah berusaha meneladani akhlaknya.
Sayyidah Aisyah pernah ditanya tentang seperti apa akhlak Rasulullah saw.
Jawabannya sederhana, tetapi sangat dalam. Rasulullah Saw Bersabda:
سَأَلْتُ
عَائِشَةَ عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ,
فَقَالَتْ لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا وَلَا صَخَّابًا فِي
الْأَسْوَاقِ وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو
وَيَصْفَحُ.
Artinya, “Aku (Abu Abdillah al-Jadali) pernah bertanya kepada Aisyah tentang akhlak Rasulullah. Ia menjawab: ‘Beliau bukanlah orang yang berkata keji, bukan pula orang yang berbuat keji, tidak suka berteriak-teriak di pasar, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan memaafkan dan berlapang dada.’” (HR. At-Tirmidzi).
Demikian
khutbah ini disampaikan, Semoga Allah menjadikan kita umat yang benar-benar
mencintai Rasulullah. Cinta yang tidak hanya terucap melalui lisan, tetapi juga
terlihat dalam akhlak dan perbuatan. Semoga shalawat yang kita lantunkan
menjadi dorongan bagi kita untuk mengikuti jalan hidup beliau. Dan semoga pada
hari kiamat nanti, kita termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat
Rasulullah saw.
Hadirin Jamaah Jumah yang dirahmati Allah,
Dalam kesempatan ini, marilah kita sama-sama mempertahankan sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Sebab, takwa merupakan bekal terbaik kita menghadapi kehidupan akhirat kelak, di samping sebagai perisai diri kita dalam rangka menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Hadirin
Jamaah Jumah yang dirahmati Allah,
Allah
Swt berfirman dalam Al-Quran yang merupakan petikan dari doa Nabi Ibrahim.
وَلا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ، يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا
بَنُونَ ، إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيم.ٍ
“Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS As-Syu’ara: 87-89).
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang yang selamat di akhirat adalah orang yang membawa hati yang bersih. Bersih dari kesyirikan kepada Allah, bersih dari sifat-sifat tercela, serta bersih dari berbagai penyakit hati. Selain itu, hati yang bersih juga merupakan sarana untuk meraih ketenangan dan kelapangan hati.
Hadirin
Jamaah Jumah yang dirahmati Allah,
Ada
tiga kunci atau cara untuk bisa meraih ketenangan dan ketentraman dalam hidup
ini.
Pertama, berdzikir dan
selalu mengingat Allah Swt Dzat yang maha menciptakan. Kapan pun dan di mana
pun. Baik dzikir dengan lisan, dengan hati, maupun dengan keduanya. Baik secara
jahar atau suara keras maupun secara sirr atau suara pelan. Allah Swt
berfirman :
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram,” (QS Ar-Ra’du: 28).
Kunci kedua adalah bertaubat dan berserah diri kepada Allah. Setiap manusia pasti berbuat dosa dan kesalahan. Obatnya adalah bertaubat kepada Allah. Orang yang berdosa kemudian bertaubat ibarat orang yang kotor kemudian mandi. Hal itu harus segera dilakukan, jangan menunggu dosa itu berkarat dan berakibat mengeraskan hati. Setiap kita sudah berbuat lalai atau berbuat dosa, segera akhiri dengan taubat. Setidak-tidaknya dengan istigfar.
Kunci
ketiga adalah selalu menolong sesama. Orang yang selalu menolong
kesulitan orang lain, maka akan ditolong oleh Allah. Siapa saja yang membukakan
kesulitan sesama muslim, maka Allah akan menghilangkan kesulitannya pada hari
Kiamat. Dengan mendapat pertolongan orang lain, hati kita menjadi senang? Maka
itu pula yang dialami orang lain saat ditolong oleh kita. Maka mulai dari
sekarang, perbanyaklah membantu orang lain. Niscaya kita akan mendapat
pertolongan Allah. Rasulullah saw bersabda :
مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ، كَانَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي حَاجَتِهِ،
وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهُ بِهَا
كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ .
“Siapa saja yang menolong kebutuhan saudaranya, maka Allah akan menolong kebutuhannya. Siapa saja yang membukakan kesulitan sesama muslim, maka Allah akan membukakan satu kesulitannya pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad).
Hadirin
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Selamat Hari Santri 2026! Santri bukan hanya tentang mereka yang berada di pesantren, tetapi tentang siapa saja yang membawa nilai-nilai...