MENYEBARLUASKAN KEBAIKAN

Web ini Kumpulan tulisan kajian keagamaan yang menarik berdasarkan Al Qur’an dan Hadits Nabi Saw. Selain tulisan, Web juga berisi berita menarik seputar Madrasah, Video Tiktok dan Youtube yang baik untuk ditonton. Ikuti terus kajiannya, jangan sampai terlewatkan. Baca semua tulisannya. Semoga mendapatkan kebaikan. Amin

Jumat, 05 Juni 2026

Tim MAN 3 Balangan Tembus Babak Final Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

Senin, 25 Mei 2026

Hari Pertama Asesmen Sumatif (ASAT) Semester Genap MAN 3 Balangan Berjalan Lancar

Berbasis Digital, Hari Pertama ASAT MAN 3 Balangan Berjalan Lancar dan Sukses


Lampihong - Madrasah Aliyah Negeri 3 Balangan resmi memulai pelaksanaan Asesmen Sumatif (ASAS) Akhir Tahun untuk Tahun pelajaran 2025/2026 pada hari Senin (25/05/26). 

Kegiatan krusial ini bertujuan untuk mengukur Capaian Belajar Siswa selama Semester II (Genap) Tahun Pelajaran 2025/2026. 

ASAT dipusatkan di Aula MAN 3 Balangan dan diikuti oleh seluruh siswa Kelas X dan XI. Suasana aula terlihat tenang dan kondusif di hari pertama pelaksanaan. Berbeda dengan Ujian Konvensional, para siswa tampak fokus menatap layar Hamdphone (HP) Android masing-masing untuk menyelesaikan soal-soal yang diujikan.

Link Bisa di Lihat👇


Rabu, 20 Mei 2026

Siswa berburu Kartu Kendali Asesmen Sumatif Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026


Lampihong : Setiap pelaksanaan Asesmen Sumatif baik Semester Ganjil maupun semester Genap, maka siswa diberi Kartu Kendali Asesmen Sumatif. Kartu kontrol peserta didik digunakan untuk merekam kegiatan belajar siswa per minggu dalam semua mata pelajaran di MAN 3 Balangan. Kartu ini berisi kolom nama siswa, mata pelajaran, kelas, tanggal, kegiatan belajar, hasil kegiatan, dan tanda tangan orang tua. Kartu dikumpulkan saat ujian untuk memantau perkembangan belajar siswa.

Kartu kontrol ini berfungsi sebagai media untuk siswa belajar tentang tanggung jawab, percaya diri, instrospeksi diri dan semangat kerja. Kartu kontrol ini berfungsi sebagai jembatan antara siswa dan guru untuk saling kontrol terhadap hasil kerja siswa selama satu semester.

Kartu ini berisi tentang kontrol aktivitas siswa selama satu semester pada setiap mata pelajaran. Kartu ini nantinya akan dibubuhi tanda tangan masing-masing guru pengajar dan wali kelas sebagai kontrol akhir.

“Harapan kami, dengan kartu kontrol ini, tidak ada lagi siswa yang tidak tahu hasil karyanya selama satu semester sehingga apabila ada hal yang perlu dibenahi maka pembenahan bisa segera dilakukan sebelum naik jenjang” Ujar Anis Khairunnisa selaku Waka Kurikulum MAN 3 Balangan.


Link Bisa di Lihat👇


Senin, 18 Mei 2026

ASN MAN 3 Balangan Hadiri Apel Kesadaran di Kantor Kementerian Agama Kab. Balangan

Selasa, 12 Mei 2026

MAN 3 Balangan Jamu SMAN 1 Lampihong Dalam Laga Persahabatan Bola Voly

MAN 3 Balangan Gelar Persahabatan Voly antar Siswa Melawan SMAN 1 Lampihong


Lampihong : Kemeriahan menyelimuti lapangan Bola Voly MAN 3 Balangan, Selasa (12/5). Suasana riuh rendah pendukung pecah saat MAN 3 Balangan kedatangan tamu istemewa, yakni kontingen tim Voly SMAN 1 Lampihong. Pertandingan bertajuk "Laga persahabatan" ini digelar bukan sekedar mencari pemenang, melainkan untuk mempererat tali silaturrahmi antar isntansi pendidikan di Kabupaten Balangan terlebih khusus Kecamatan Lampihong. Pertandingan ini terbagi dua kategori utama, yakni Tim Voly Putra antar siswa dan Tim Voly antar Guru.

Link Bisa di Lihat 👇

MAN 3 Balangan Gelar Laga Persahabatan Voly dengan Guru SMAN 1 Lampihong


Lampihong : Kemeriahan menyelimuti lapangan Bola Voly MAN 3 Balangan, Selasa (12/5). Suasana riuh rendah pendukung pecah saat MAN 3 Balangan kedatangan tamu istemewa, yakni kontingen tim Voly SMAN 1 Lampihong. Pertandingan bertajuk "Laga persahabatan" ini digelar bukan sekedar mencari pemenang, melainkan untuk mempererat tali silaturrahmi antar isntansi pendidikan di Kabupaten Balangan terlebih khusus Kecamatan Lampihong. Pertandingan ini terbagi dua kategori utama, yakni Tim Voly Putra antar siswa dan Tim Voly antar Guru.

Link Bisa di Lihat 👇



Senin, 11 Mei 2026

Upacara Bendera, Pembina : "Nilai Sesungguhnya Ada di Tengah Masyarakat"

Jumat, 08 Mei 2026

Memaafkan Akan Menaikkan Derajatnya


Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah

Dalam kesempatan ini marilah kita senantiasa menjaga sekaligus meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Yakni menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semoga ketakwaan dapat menjadi wasilah kita mendekatkan diri kepada Allah Swt.   

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah

Meminta maaf dan memaafkan merupakan sikap yang menunjukkan permohonan atau pemberian pengampunan dan pembebasan atas kesalahan diri kita dan orang lain. Tindakan memaafkan melibatkan kesediaan kita untuk melepaskan dendam dan kebencian terhadap orang yang melakukan kesalahan, serta memberikan kesempatan dan ruang untuk menjalin kembali hubungan yang telah rusak. 

Memberikan maaf dapat membantu seseorang untuk melepaskan beban emosional negatif seperti kemarahan, kesedihan, atau kebencian, sehingga ia dapat merasa lebih damai, bahagia, dan stabil secara emosional. Memaafkan juga dapat menghapuskan luka dalam hati sehingga tidak berlarut-larut dalam rasa dendam.   

Bagi orang yang berbuat salah hendaknya meminta maaf dan orang yang diperlakukan kurang atau tidak baik disaat dimintakan maaf maka hendaknya memberikan maaf bagi pelaku. Allah berfirman:

وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ.   

Artinya, “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur:22).   

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah

Rasulullah Saw pernah menjelaskan bahwa memberikan maaf kepada orang lain yang pernah berlaku tidak selayaknya terhadap kita tidak akan serta merta menurunkan derajat dan martabat kita. Justru sebaliknya, memaafkan akan menaikkan derajat kita, sebagai sabda Nabi saw:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ. 

Artinya, “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim). 

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah

Dengan saling memaafkan, kita bukan hanya meraih ketenangan dalam diri sendiri, tetapi juga mengangkat martabat kita di hadapan Allah SWT. Mari kita tinggalkan belenggu dendam dan kesombongan, serta berlomba-lomba dalam kebaikan dengan hati yang penuh lapang dan kasih sayang. Semoga setiap langkah kita di masa mendatang dipenuhi dengan kebaikan, dan semoga kita semua dapat merasakan kedamaian yang sejati dengan saling memaafkan.

Pukau Penonton, Tiga Siswi MAN 3 Balangan Beraksi Pecahkan Hebel Dengan kepala di Acara Perpisahan

MAN 3 Balangan Gelar Perpisahan dan Pengukuhan Siswa Kelas XII

Tangis Haru Pecah di Aula MAN 3 Balangan Setangkai Bunga Jadi Saksi Bakti Angkatan ke-32

Kamis, 07 Mei 2026

Pukau Penonton, Tiga Siswi MAN 3 Balangan Lakukan Atraksi Pecahkan Hebel Dengan kepala


Lampihong : Tiga siswi Kelas XI IPA MAN 3 Balangan sukses mencuri perhatian lewat atraksi bela diri yang ekstrem dan memukau pada acara Perpisahan dan Pengukuhan Siswa kelas XII MAN 3 Balangan Tahun Ajaran 2025/2026 pada Hari Kamis (7/5).

Ketiga siswi tangguh tersebut adalah Maryam, Mariana, dan Siti Noor Rizka. Di hadapan para guru, orang tua siswa, dan seluruh undangan, mereka menunjukkan ketangguhan fisik dan mental dengan melakukan atraksi memecahkan beton ringan atau hebel menggunakan kepala.

Link Bisa di Lihat 👇



Rabu, 06 Mei 2026

Jelang Perpisahan Kelas XII, Panitia Lakukan Gladi


Lampihong : Pada hari Rabu (6/5/26) Panitia Perpisahan dan pengukuhan Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 MAN 3 Balangan melakukan kegiatan gladi di aula dan mempersiapkan segala acara dan kebutuhan yang diperlukan untuk kegiatan perpisahan. Hal ini dilakukan untuk persiapan acara perpisahan dan pengukuhan siswa kelas XII Man 3 Balangan yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Mei 2026. 

Hairiah, S.Pd.I ketua panitia pelaksana kegiatan yang dibantu pengurus osim MAN 3 Balangan mengatakan Kegiatan Gladi dilakukan untuk persiapan perpisahan dan pengukuhan kelas XII Tahun ajaran 2025/2026. Menurutnya, kegiatan gladi dilaksanakan untuk menata aula, baik Menyusun kursi, mendekorasi ruangan, cek sound system, serta latihan-latihan dari para siswa. Baik paduan suara, tari, habsyi, sambutan, dan lainnya. 

“Acara perpisahan dan pengukuhan siswa kelas XII akan dihadiri banyak undangan. Terutama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Kepala Madrasah Aliyah se Kabupaten Balangan, Kepala KUA Lampihong, Camat Lampihong, orang tua siswa kelas XII dan lainnya. Perlu persiapan dan dan pemantapan, sehingga acara pada hari Senin nanti akan berjalan dengan baik, lancar dan sukses”, ungkap Hairiah saat meninjau persiapan perpisahan dan pengukuhan di aula madrasah, Rabu (06/05/26). 

Kepala Madrasah, Masroliyan Nor, S.Pd.I, M.Pd menyambut baik kegiatan gladi yang dilakukan panitia dan pengurus osim serta siswa lainnya. Menurutnya, sebuah acara harus dipersiapkan dengan baik dan matang. Apalagi mengundang pejabat dan orang luar, perlu persiapan-persiapan agar bisa berjalan dengan baik dan lancar. 

“Perlu persiapan yang baik dan matang, agar perpisahan dan pengukuhan siswa kelas XII bisa berjalan dengan baik dan sukses. Diantaranya, penataan ruangan, baik itu dekorasi, susunan kursi meja, sound system, dan lainnya. Agar para undangan yang hadir bisa merasakan keseriusan dan kesyahduan acara pengukuhan nantinya”, terangnya. 

Kepala madrasah berharap kepada panitia untuk serius mempersiapkannya, supaya acara benar-benar berjalan dengan khidmat dan lancar. Apalagi, acara perpisahan dan pengukuhan ini merupakan acara tahunan dan rutin dilaksanakan. Maka berilah kesan yang baik sehingga menjadi sebuah kenangan yang tak terlupakan.

“Mudah-mudahan, acara perpisahan dan pengukuhan kelas XII MAN 3 Balangan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Semoga, usaha panitia, pengurus osim dan siswa mempersiapkan kegiatan ini mendapat ganjaran pahala dari Allah Swt”, harapnya.

Link Bisa di Lihat👇




Senin, 04 Mei 2026

Jaga Marwah Madrasah: Pembina Upacara Tekankan Pentingnya Adab dan Akhlak

Hasil Kelulusan MAN 3 Balangan Resmi Diumumkan

Kamis, 30 April 2026

Wujudkan Generasi Sehat, UPTD Puskesmas Lampihong Gelar Pemeriksaan Berkala di MAN 3 Balangan

Wujudkan Generasi Sehat, UPTD Puskesmas Lampihong Gelar Pemeriksaan Berkala di MAN 3 Balangan

Lampihong : Tim Kesehatan dari UPTD Puskesmas Lampihong kembali  turun ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Berkala bagi siswa/siswi di MAN 3 Balangan padahari Kamis (30/04/26).

Kegiatan yang menyasar siswa kelas X dan XI ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan para remaja secara menyeluruh, sekaligus mendeteksi secara dini jika terdapat masalah kesehatan yang dapat mengganggu proses belajara.

Dalam pelaksanaannya, Tim medis tidak hanya sekadar memeriksa, tetapi juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya pola hidup sehat.
Beberapa poin utama dalam pemeriksaan meliputi : Pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan ini untuk medetiksi karies atau masalah gusi yang sering luput dari perhatian remaja. Pengukuran tinggi serta berat badan untuk memantau status gizi siswa. Edukasi dan pengecekan terkait kebersihan rambut, kuku, dan kulit sebagai benteng pertama pencegahan penyakit kulit.

Pihak MAN 3 Balangan menyambut baik inisiatif rutin ini. Menurut Anis Khairunnisa, S.Pd selaku guru pendamping, kehadiran tenaga medis dari Puskesmas sangat membantu pihak sekolah dalam memastikan bahwa siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bugar secara fisik. "Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan UPTD Puskesmas Lampihong. Dengan adanya pemeriksaan ini, siswa jadi lebih peduli dengan kondisi tubuh mereka sendiri", ujar Anis.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme dari para siswa. Diharapkan melalui pemeriksaan berkala ini, angka kesakitan di kalangan pelajar dapat ditekan dan kesadaran akan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) semakin meningkat di lingkungan Madrasah.


Link Bisa di Lihat👇




Senin, 27 April 2026

Pembina Upacara : Siswa Diingatkan "Ilmu Bisa Dicari Dimana Saja, Pendidikan Karakter Hanya di Sekolah"

Senin, 20 April 2026

Pembina Upacara "Perpustakaan Itu Jendela Dunia, Bukan Tempat Rebahan"

Upacara Bendera, Pembina : "Perpustakaan Itu Jedela Dunia, Bukan Tempat Rebahan"

Lampihong - Upacara bendera dilaksanakan di halaman MAN 3 Balangan, Senin (20/04/26). Pembina Upacara, Mujahidin, S.Pd memberikan teguran sekaligus motivasi menohok terkait pemanfaatan fasilitas sekolah, khususnya perpustakaan pada upacara bendera yang dilaksanakan di halaman MAN 3 Balangan.

Dalam Amanatnya, Mujahidin menyoroti fenomena "Salah Alamat" yang sering dilakukan siswa saat berkunjung ke perpustakaan, Bukannya berburu literatur atau memperluas wawasan, perpustakaan justru sering dijadikan destinasi utama untuk beristirahat di sela-sela jam pelajaran.

Link Bisa di Lihat👇



Senin, 13 April 2026

Tindak Lanjut SEB, MAN 3 Balangan Masukkan Ikrar Pelajar Indonesia dan Lagu Panca Cinta Dalam Upacara bendera

Senin, 06 April 2026

Upacara Bendera, Pembina sampaikan Pesan Mendalam Tentang Niat Belajar

Lampihong - Madrasah Aliyah Negeri 3 Balangan kembali melaksanakan rutinitas Upacara Bendera hari Senin (06/04/26) dengan penuh khidmat di lapangan utama madrasah. Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf kependidikan ini bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme dan kedisiplinan warga madrasah. Bertindak sebagai pembina Upacara, Salabiah, S.Pd.I memberikan amanat yang menyentuh sisi motivasi siswa. 

Dalam penyampaiannya, Salabiah menekankan pentingnya meluruskan niat dan memahami tujuan utama datang ke madrasah. "Ibu berharap setiap kalian berangkat dari rumah, kalian sudah tahu apa yang ingin dicapai hari ini. Jangan sampai waktu kalian terbuang sia-sia tanpa membawa pulang ilmu atau perubahan sikap yang lebih baik", tegas Salabiah dalam amanatnya. Selain itu, sebagai siswa yang terpelajar apalagi madrasah, Salabiah berharap siswa dapat menjaga tutur kata, baik kepada guru ataupun teman sebaya.

Link Bisa di Lihat👇



Kamis, 02 April 2026

Perkuat Karakter Religius, MAN 3 Balangan Istiqamah Gelar Program Amaliah Pagi

Perkuat Karakter Riligius, MAN 3 Balangan Rutin Gelar Program Amaliah Pagi


Lampihong - Madrasah Aliyah Negeri 3 Balangan terus berkomitmen membangun karakter spiritual siswa. Komitmen ini diwujudkan melalui Program Unggulan kegiatan "Amaliah Pagi" yang dilaksanakan rutin setiap hari Selasa hingga Kamis. 

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 07.30 Wita ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, berserta tenaga kependidikan. 

Rangkaian Kegiatan Spiritual Program Amaliah Pagi disusun untuk menanamkan kecintaan kepada Al Qur'an dan Sunnah. Rangkaian kegiatannya meliputi : Pembacaan Surah Yasin, Lantunan Shalawat, Dzikir Asmaul Husna, serta Doa Bersama.

Kepala MAN 3 Balangan, Masroliyan Nor, S.Pd.I., M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan agar melekat dalam keseharian siswa. "Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi terbentuk karakter releigius dan kecintaan kepada al quran dan sunnah", ujarnya.

selain meningkatkan kedisiplinan karena harus hadir sebelum pukul 07.30 Wita, Amaliah pagi juga terbukti efektif dalam membangun suasana sekolah yang kondusif dan harmonis. Para siswa tampak lebih siap secara mental dalam menghadapi tantangan akademik di kelas setelah mengikuti rangkaian dzikir dan doa bersama.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, MAN 3 Balangan diharapkan dapat mencetak lulusan yang unggul dalam prestasi dan mulia dalam akhlak, sejalan dengan visi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkualitas.

Link bisa di lihat👇


Senin, 30 Maret 2026

Awali Kehadiran Pasca Lebaran, MAN 3 Balangan Gelar Upacara Bendera

Pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H, MAN 3 Balangan Gelar Halal Bi Halal

Lampihong - MAN 3 Balangan menggelar kegiatan halal bihalal dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Senin (30/03/26). Kegiatan ini berlangsung di halaman madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan.

Acara halal bihalal dilaksanakan dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para siswa tampak berbaris rapi untuk bersalaman dengan para guru dan staf madrasah sebagai bentuk saling memaafkan setelah menjalani bulan suci Ramadan.

Kepala madrasah Masroliyan Nor, S.Pd.I., M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal merupakan tradisi yang sangat baik untuk menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, serta memperkuat hubungan antarwarga madrasah. Ia juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan momen ini sebagai awal yang baik dalam meningkatkan sikap disiplin dan akhlak mulia.

“Melalui kegiatan ini, kita saling membuka pintu maaf dan mempererat ukhuwah. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari di madrasah,” ujarnya.

Suasana haru dan bahagia terlihat saat siswa satu per satu bersalaman dengan para guru. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa agar lebih menghargai sesama.

Dengan terselenggaranya halal bihalal ini, diharapkan seluruh warga MAN 3 Balangan dapat kembali menjalankan aktivitas pembelajaran dengan semangat baru, penuh kebersamaan, dan saling menghormati.

Link Bisa di Lihat👇



Rabu, 18 Maret 2026

4 Cara Menjaga Ibadah Ramadhan Tetap Istiqamah

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri Yang Dirahmati Allah

Alhamdulillahi, di hari yang penuh kemuliaan ini. Setelah satu bulan penuh menjalani ibadah Ramadan, kini tibalah pada hari di mana kita tidak hanya kembali kepada kesucian diri, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama. Idul Fitri adalah momen untuk meraih kesempurnaan iman dan ketakwaan, dengan menjaga hati tetap bersih, memperbanyak amal saleh, dan menanamkan keikhlasan dalam setiap beramal serta terus istiqamah dalam kebaikan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. 

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri Yang Dirahmati Allah

Bulan Ramadhan adalah bulan yang telah mendidik kita untuk lebih dekat kepada Allah dengan berbagai ibadah seperti puasa, shalat, sedekah, tilawah, dan amal kebajikan lainnya. Di bulan Ramadhan, berbagai ibadah terasa sangat ringan dilaksanakan karena dilakukan dengan keikhlasan dan berjamaah dengan penuh kebersamaan. Kita merasakan sendiri bagaimana kita mengalami lonjakan spiritual saat Ramadhan. Masjid penuh, Al-Qur'an lebih sering dibaca, doa-doa lebih khusyuk, semangat berbagi kepada sesama juga tinggi. Hal ini harus kita jaga dengan terus melakukan ikhtiar melalui peningkatan kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan setelah Ramadhan. 

Untuk menjaga ibadah Ramadhan tetap istiqamah dikerjakan ada empat hal yang bisa kita lakukan. Pertama, senantiasa menyadari keberadaan Allah swt yang mengetahui apa saja yang kita dilakukan sehari-hari. Kita harus sadar bahwa Allah yang menakdirkan semua kejadian yang terjadi di muka bumi ini. Tidak ada satupun kejadian di dunia ini yang luput dari pandangan dan kehendak-Nya, baik terlihat dalam bentuk tindakan ataupun terbersit dalam hati. Rasulullah bersabda: 

أَنْ تَعْبــُدَ اللَّهَ كَأَنَّــكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ  

“Engkau menyembah Allah seakan engkau melihat-Nya, bila engkau tak melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihatmu.” (Riwayat Imam Muslim). 

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri Yang Dirahmati Allah

Kedua kita menyadari bahwa Allah memiliki malaikat yang bertugas mencatat amal perbuatan kita. Ada dua malaikat yang membersamai kita dalam hidup ini, yaitu Malaikat Raqib dan Atid. Mereka akan mencatat amal baik dan buruk kita. Ketika kita melakukan ibadah dan kebaikan maka kita akan mendapatkan balasan pahala. Sebaliknya, jika kita berbuat jahat dan buruk maka kita akan mendapatkan balasan dan dosa di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman:  

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَه. وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَه.

“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.” (Qs. Az-Zalzalah ayat 7). 

Ketiga, menyadari bahwa kehidupan di dunia ini memiliki batas yakni kematian. Ketika kematian sudah datang, maka tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang sanggup untuk menolaknya. Canggihnya teknologi kedokteran pun tak akan sanggup untuk menghentikan takdir Allah berupa kematian. Ketika Allah berkehendak mencabut nyawa makhluknya, maka itu adalah kepastian yang tak bisa ditolak. Allah berfirman :

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ  

“Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.” (Qs. Al-A'raf ayat 34). 

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri Yang Dirahmati Allah

Terakhir yang keempat, kita harus mengingat janji dan ancaman Allah swt berupa surga dan neraka. Dengan mengingat janji Allah berupa surganya, kita akan termotivasi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah. Kemudian saat mengingat ancaman Allah berupa neraka, maka kita akan termotivasi untuk menjauhi segala yang dilarang oleh Allah swt.

Demikianlah empat upaya yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan semangat ibadah yang telah tumbuh baik selama Ramadhan. Semoga kita diberikan umur panjang dan kesehatan untuk bisa menjaga ibadah kita terus meningkat setelah Ramadhan ini. Agar kita semua termasuk kedalam golongan orang-orang yang bertakwa. Amin ya rabbal alamin

Hari Kemenangan, Momentum Saling Memaafkan

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri Yang Dirahmati Allah

Alhamdulillahi, di hari yang penuh kemuliaan ini. Setelah satu bulan penuh menjalani ibadah Ramadan, kini tibalah pada hari di mana kita tidak hanya kembali kepada kesucian diri, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama. Idul Fitri adalah momen untuk meraih kesempurnaan iman dan ketakwaan. Idul Fitri merupakan momen untuk memperkokoh keimanan dengan menjaga hati tetap bersih, memperbanyak amal saleh, dan menanamkan keikhlasan dalam setiap beramal. Mari jadikan hari yang penuh berkah ini sebagai titik awal untuk terus istiqamah dalam kebaikan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. 

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri Yang Dirahmati Allah

Ketakwaan yang telah kita bangun selama Ramadhan perlu dijaga, amal saleh yang telah kita lakukan perlu terus dilanjutkan, dan hati yang telah dibersihkan perlu tetap kita jaga. Inilah saatnya untuk semakin menguatkan hubungan dengan Allah dan menjalani hidup dengan keimanan yang lebih kokoh. Salah satunya adalah dengan memperbanyak membaca takbir dan menyucikan Allah di hari yang mulia ini. Allah Swt berfirman:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ  

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur,” (Qs Al-Baqarah: 185).   

Dalam ayat ini mengandung tiga pesan utama. Pertama, perintah untuk menjalankan puasa selama bulan Ramadan. Kedua, membaca takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah setelah menuntaskan puasa sebulan penuh. Ketiga, menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang Allah anugerahkan.   

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri Yang Dirahmati Allah

Selain memperbanyak membaca takbir, salah satu ciri khas dari orang-orang yang bertakwa adalah saling memaafkan kesalahan. Kita sebagai orang yang beriman bisa memaafkan dengan ikhlas tanpa menyimpan dendam ketika orang lain berbuat salah. Allah berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ  

“Yaitu, orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan,” (QS. Ali ‘Imran, [3]: 134).   

Ayat ini menggambarkan salah satu sifat mulia yang dimiliki oleh orang-orang bertakwa. Mereka tidak hanya menahan diri dari membalas keburukan dengan keburukan, tetapi juga memilih untuk memaafkan orang yang telah berbuat zalim kepadanya. Tidak ada lagi dendam atau kebencian yang tersisa di hati mereka terhadap siapa pun. 

Karenanya, mari kita sama-sama jadikan hari kemenangan ini sebagai momen untuk menghapus segala kesalahan dengan saling bermaaf-maafan. Bermaaf-maafan tidak hanya sekadar tradisi, namun juga wujud nyata dari kembalinya kita kepada fitrah sebagai manusia yang suci dari dendam dan prasangka buruk.  

Demikian khutbah hari raya Idul Fitri ini. Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan kepada kita semua, serta menjadi penyebab diterimanya semua amal ibadah yang telah kita lakukan selama bulan Ramadhan.

Kamis, 12 Maret 2026

MAN 3 Balangan Gelar Rapat Bulanan : Poin Utama Penyusunan SKP 2026 dan Persiapan Libur Lebaran

Jumat, 06 Maret 2026

Pantang Kendur! Hari Kelima Ujian Madrasah Siswa MAN 3 Balangan Tetap Semangat

Kamis, 05 Maret 2026

Amalan Pertengahan Ramadhan


Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah

Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita senantiasa saling mengingatkan untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt, dengan senantiasa melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. 

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah

Saat ini kita telah memasuki 10 hari kedua di bulan Ramadhan. Tepatnya hari ke-16 Ramadhan. Artinya kita telah memasuki pertengahan puasa. Pada Masa pertengahan ini sering biasanya semangat beribadah mulai menurun, masjid dan mushalla jamaahnya mulai berkurang dibanding awal ramadhan. Padahal, pada saat ini pintu ampunan Allah SWT dibuka selebar-lebarnya bagi hamba-Nya 

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah

Untuk mendapatkan ampunan Allah Swt, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk diperkuat dan diperbanyak pada pertengahan Ramadhan ini, 

1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Amalan utama di 10 hari kedua adalah memperbanyak istighfar. Memohon ampunan tidak hanya dilakukan setelah shalat, tetapi di dilakukan setiap waktu senggang. Taubat yang sungguh-sungguh (taubatan nasuha) harus disertai janji untuk tidak melakukan perbuatan yang sama dan berusaha melakukan perbuatan baik. Agar taubat diterima Allah Swt.

2. Menjaga Shalat Berjamaah dan Shalat Sunnah

Jangan biarkan shaf di masjid mulai maju atau berkurang. Menjaga shalat fardu berjamaah dan menambahnya dengan shalat-shalat sunnah seperti Sunat Rawatib, Dhuha, serta Tahajud akan mempererat hubungan kita dengan Allah Swt.

3. Memperbanyak Sedekah

Ramadan adalah bulan kedermawanan. Sedekah tidak hanya membantu sesama yang membutuhkan, tetapi juga berfungsi sebagai penghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.

4. Tadarus Al-Qur'an

Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadan. Perbanyak Membacanya, merenungi makna, dan mengamalkan isi Al-Qur'an adalah cahaya bagi hati.

5. Berdoa dengan Doa Maghfirah/Ampunan

Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dipanjatkan pada 10 hari kedua Ramadan adalah: “Allahummaghfirli dzunubi ya robbal 'alamin.” (Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, wahai Tuhan semesta alam). 

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah

Sepuluh hari kedua Ramadan adalah jembatan menuju sepuluh hari terakhir yang penuh kemuliaan (Lailatul Qadar). Tanpa ampunan di fase kedua, akan sulit bagi kita untuk meraih kemuliaan di fase penutup (akhir). Mari kita berlomba-lomba untuk meraih ampunan dari Allah Swt. Jangan sampai kesibukan-kesibukan pekerjaan dan lainnya melalaikan kita dari taubat kepada Allah Swt. Allah berfirman:

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ ١٣٣

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Qs. ‘Ali Imran : 133). 

Mari kita jadikan setiap detik di bulan ramadhan ini untuk bersimpuh dan bersujud di hadapan Allah, mengakui segala khilaf, dan memohon agar nama kita tercatat sebagai golongan orang-orang yang beruntung yang mendapatkan ampunan-Nya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan hari kemenangan dalam keadaan suci dari dosa. Amin ya Rabbal Alamin.

Rabu, 04 Maret 2026

Guru Masrul: Berdakwah Lewat Tulisan, Terbitkan Buku Menuai Buah Kebaikan


PARINGIN - Aktivitas dakwah sudah lama menjadi bagian dari keseharian Masroliyan Nor. Selain mengajar dan memimpin madrasah, ia kerap menyampaikan pesan-pesan keislaman di tengah masyarakat. Baik melalui forum pengajian maupun mimbar khotbah.

Seiring bertambahnya tanggung jawab, ia memilih jalan lain agar dakwah tetap berjalan, yakni melalui tulisan. Masroliyan Nor saat ini menjabat Kepala MAN 3 Balangan. Di tengah aktivitasnya sebagai pendidik, peran sebagai penceramah dan pendakwah tetap ia jalani.

Di kalangan jemaah, ia dikenal dengan sapaan 'Guru Masrul'. Namun, keterbatasan waktu membuatnya tidak selalu bisa hadir di banyak undangan dakwah. “Setiap orang punya cara dakwah masing-masing. Ada yang lisan, ada yang tulisan. Karena kesibukan, saya memilih menulis, kecuali khotbah Jumat,” ujarnya.

Pilihan tersebut ia jalani secara konsisten. Menulis menjadi caranya menjaga dakwah tetap berjalan. Dari kebiasaan itu, sebagian tulisannya kemudian dihimpun dalam buku Menuai Buah Kebaikan, yang ia niatkan sebagai amal jariah.

Kebiasaan menulis itu telah ia jalani sejak 2010. Pada masa itu, Guru Masrul rutin mengirimkan tulisan ke salah satu harian di Kalsel yang membuka rubrik kritik dan masukan terhadap kebijakan pemerintah. Momen itu menjadi awal keterampilannya menyampaikan gagasan secara tertulis. Hampir setiap bulan, tulisannya dimuat di koran.

Kesadaran menulis sebagai medium dakwah semakin kuat sejak 2018, ketika ia dimutasi dari MTs Darul Istiqomah ke MAN 2 Balangan. Sejak saat itu, menulis tidak lagi sekadar kebiasaan, tetapi diniatkan sebagai bagian dari aktivitas dakwah yang terus ia jaga. “Saya niatkan menulis setiap hari, meski sekarang intensitasnya sudah berkurang,” katanya.

Tulisan-tulisan Guru Masrul tersebar di berbagai platform digital dan dapat dibaca oleh masyarakat luas. Ia mengaku tidak mempermasalahkan jika tulisannya dikutip, disadur, atau digunakan ulang oleh pihak lain. “Selama niatnya untuk kebaikan umat, saya ikhlaskan. Bagi saya itu tetap ibadah,” ucapnya.

Dorongan berdakwah melalui tulisan tidak terlepas dari pengalaman pendidikannya. Saat menempuh studi di UIN Antasari, Guru Masrul mengikuti pendidikan kader dakwah praktis yang dipimpin KH Ilham Masykuri Hamdi, akademisi yang juga pernah berkiprah sebagai wartawan. Dari lingkungan tersebut, ia mendapatkan dorongan untuk berdakwah secara kontekstual dan menuangkan gagasan melalui tulisan.

Tulisan-tulisan yang kemudian dihimpun dalam Menuai Buah Kebaikan lahir dari aktivitas dakwah yang ia jalani sehari-hari. Sebagian besar sebelumnya dipublikasikan di media sosial dan platform digital, sebelum akhirnya dikumpulkan dan diseleksi agar tidak berserakan.

Selain dorongan pembaca, penerbitan buku tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan akademis sebagai guru, khususnya dalam pengembangan karier kepangkatan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama penulisan tetap pada kebermanfaatan dakwah.

Menurutnya, tulisan memiliki daya jangkau yang berbeda dibandingkan ceramah lisan. Ceramah hanya didengar jemaah di satu tempat, sementara tulisan dapat dibaca berulang kali. “Kalau tulisan dibaca dan memberi manfaat, pahalanya terus mengalir,” tuturnya.

Guru Masrul memandang tulisannya sebagai bagian dari upaya menghadirkan bacaan keislaman yang dekat dengan keseharian masyarakat Banua. Tradisi keilmuan Islam di Kalimantan Selatan juga dikenal melalui karya-karya ulama seperti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari dan ulama lain yang meninggalkan kitab-kitab keagamaan.

Dalam konteks itulah, tulisan-tulisan Guru Masrul dihadirkan sebagai penerus bacaan keislaman yang diharapkan bisa memberi warna baru literasi Banua.

Nilai-nilai lokal Banua dan pengalaman berdakwah di tengah masyarakat turut mewarnai isi tulisannya. Sebagai pendidik dan penceramah, ia banyak menulis dari realitas yang ia temui sehari-hari. “Sebagus apa pun tulisan, kalau tidak dibaca, dakwahnya tidak sampai,” ujarnya.

Melalui tulisan, Guru Masrul berupaya menjaga pesan-pesan keislaman tetap hadir dan dibaca, sebagai bagian dari ikhtiar pribadi dalam menyemai kebaikan. 

 

Berita asli bisa dilihat di👇
https://radarbanjarmasin.jawapos.com/religi/1977267879/guru-masrul-berdakwah-lewat-tulisan-terbitkan-buku-menuai-buah-kebaikan


Simak Videonya di link👇
https://www.youtube.com/watch?v=x9M-cY8nSGU 



Senin, 02 Maret 2026

Siswa Kelas XII MAN 3 Balangan Tempuh Ujian Madrasah Berbasis Digital

Popular