“Apabila datang bulan Ramadan pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (Shahih Bukhari 3035, Shahih Muslim 1793, Sunan Nasa'i 2072, Musnad Ahmad 7450, Sunan Darimi 1710 , Muwatha' Malik 604).
Bulan ramadan merupakan bulan obral pahala bagi orang yang berbuat kebaikan. Semua perbuatan baik yang dilakukan pada bulan ramadan, sekecil apapun perbuatan baik itu akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat ganda. Bahkan tidur pun berpahala asalkan tidurnya tidak kebablasan sampai meniadakan shalat yang wajib dan terlalu lama. Pada bulan ramadan juga, kesempatan untuk berbuat dosa itu kemungkinannya kecil. Kenapa?
Pada bulan Ramadhan kita menjaga pandangan dan pendengaran dari hal-hal yang tidak baik. Sudah menjadi keyakinan bahwa pandangan yang mengandung syahwat bisa membatalkan puasa paling tidak mengurangi jatah pahala. Begitu juga dengan pendengaran yang tidak baik bisa mengurangi pahala puasa. Mulut juga terjaga dari perkataan yang tidak baik. Bahkan, pada saat Ramadhan sangat jarang ada ibu-ibu yang nongkrong di beranda rumah untuk ngrumpi (ghibah). Ini menandakan bahwa bulan Ramadhan memang terjaga dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
Selain itu, Tingkat kejahatan selama bulan Ramadhan juga kecil. Pencurian, perampokan, dan pembunuhan, perkosaan, perjinahan dan lain-lainnya sangat jarang kita dengar di televisi ataupun media sosial. Umat islam di seluruh penjuru bumi sama-sama menjaga kesucian bulan Ramadhan. Sehingga terjaga dengan baik.
Pada bulan Ramadhan masjid, mushalla penuh dengan jamaah untuk melaksanakan shalat berjamaah, apalagi pada malam hari saat jamaah melaksanakan shalat tarawih, masjid dan mushalla sangat ramai. Selesai shalat tarawih lanjut dengan tadarus al qur’an. Ada juga yang mengisi dengan ceramah atau tausyiah. Ini menandakan bulan Ramadhan penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Pantas saja, Rasululullah Saw dalam hadits di atas, menyebutkan bahwa pada bulan ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu. Ini membuktikan bahwa pada bulan Ramadhan diberikan Allah keluasaan untuk berbuat kebaikan, hal ini ditandai dengan dibukanya pintu-pintu surga. Begitu sebaliknya, tingkat kejahatan dibulan ramadan berkurang hal ini ditandai dengan ditutupnya pintu-pintu neraka. Apalagi setan dibelenggu (dipasung) sehingga mereka tidak leluasa mengganggu atau menggoda manusia untuk berbuat jahat dan maksiat.
Dari
sinilah terbuka kesempatan emas bagi seluruh umat islam untuk berlomba-lomba
berbuat kebaikan selama bulan Ramadhan. Rasulullah Saw menyatakan bahwa setiap satu
kebaikan yang dilakukan akan dibalas 10 kali lipat bahkan sampai 700 kali lipat
balasannya. Sedangkan orang yang berpuasa langsung diberikan Allah tanpa ada
batasannya. Puasa yang dikerjakan dengan baik akan menjadi tameng atau perisai dari
siksa api neraka. Artinya, orang yang berpuasa tidak akan mendapat siksa neraka.
Bahkan bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi (harum) daripada minyak
wangi yang ada di sisi Allah Swt.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ, قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَبَّكُمْ يَقُولُ كُلُّ
حَسَنَةٍ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالصَّوْمُ لِي
وَأَنَا أَجْزِي بِهِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنْ النَّارِ وَلَخُلُوفُ فَمِ
الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ وَإِنْ جَهِلَ عَلَى
أَحَدِكُمْ جَاهِلٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ. (سنن الترمذي ٦٩٥, مسند
أحمد ٧٢٨٩, موطأ مالك ٦٠٣, سنن الدارمي ١٧٠٥)
Dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya Rabb kalian berfirman: Setiap kebaikan diberi pahala sebanyak sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, sedangkan puasa diperuntukkan untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahala puasanya (tanpa batasan jumlah pahala), puasa merupakan tameng dari api neraka, dan bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah daripada wangi misk (minyak wangi) dan jika salah seorang diantara kalian mengajakmu bertengkar padahal dia sedang berpuasa, maka katakanlah sesungguhnya saya sedang berpusa." (Sunan Tirmidzi 695, Musnad Ahmad 728,9 Muwatha' Malik 603, Sunan Darimi 1705).
Untuk itu, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya bulan Ramadhan ini dengan berpuasa selama sebulan penuh. Isi dengan banyak berbuat kebaikan seperti sedekah, baca al qur’an, shalat berjamaah, shalat malam (Tarawih dan Tahajud). Kemudian jaga pandangan dari hal-hal yang mengundang syahwat. Jaga pendengaran dari hal yang tidak baik. Jaga mulut untuk tidak berkata kasar, mengumpat serta mengghibah orang lain. Langkahkan kaki untuk menuju masjid, mushalla dan majlis taklim. Bekerja dengan jujur dan disiplin. Dengan begitu, setiap pekerjaan yang kita lakukan selama bulan Ramadhan akan diganjar dengan berlipat ganda. Dan tentunya, derajat Muttaqin (takwa) akan kita peroleh nantinya. Semoga!!! Wallahu a’lam
#Menyebarluaskan Kebaikan#


Tidak ada komentar:
Posting Komentar