Hadirin Jamaah Jumah yang dirahmati Allah,
Dalam kesempatan ini, marilah kita sama-sama mempertahankan sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Sebab, takwa merupakan bekal terbaik kita menghadapi kehidupan akhirat kelak, di samping sebagai perisai diri kita dalam rangka menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Hadirin
Jamaah Jumah yang dirahmati Allah,
Allah
Swt berfirman dalam Al-Quran yang merupakan petikan dari doa Nabi Ibrahim.
وَلا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ، يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا
بَنُونَ ، إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيم.ٍ
“Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS As-Syu’ara: 87-89).
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang yang selamat di akhirat adalah orang yang membawa hati yang bersih. Bersih dari kesyirikan kepada Allah, bersih dari sifat-sifat tercela, serta bersih dari berbagai penyakit hati. Selain itu, hati yang bersih juga merupakan sarana untuk meraih ketenangan dan kelapangan hati.
Hadirin
Jamaah Jumah yang dirahmati Allah,
Ada
tiga kunci atau cara untuk bisa meraih ketenangan dan ketentraman dalam hidup
ini.
Pertama, berdzikir dan
selalu mengingat Allah Swt Dzat yang maha menciptakan. Kapan pun dan di mana
pun. Baik dzikir dengan lisan, dengan hati, maupun dengan keduanya. Baik secara
jahar atau suara keras maupun secara sirr atau suara pelan. Allah Swt
berfirman :
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram,” (QS Ar-Ra’du: 28).
Kunci kedua adalah bertaubat dan berserah diri kepada Allah. Setiap manusia pasti berbuat dosa dan kesalahan. Obatnya adalah bertaubat kepada Allah. Orang yang berdosa kemudian bertaubat ibarat orang yang kotor kemudian mandi. Hal itu harus segera dilakukan, jangan menunggu dosa itu berkarat dan berakibat mengeraskan hati. Setiap kita sudah berbuat lalai atau berbuat dosa, segera akhiri dengan taubat. Setidak-tidaknya dengan istigfar.
Kunci
ketiga adalah selalu menolong sesama. Orang yang selalu menolong
kesulitan orang lain, maka akan ditolong oleh Allah. Siapa saja yang membukakan
kesulitan sesama muslim, maka Allah akan menghilangkan kesulitannya pada hari
Kiamat. Dengan mendapat pertolongan orang lain, hati kita menjadi senang? Maka
itu pula yang dialami orang lain saat ditolong oleh kita. Maka mulai dari
sekarang, perbanyaklah membantu orang lain. Niscaya kita akan mendapat
pertolongan Allah. Rasulullah saw bersabda :
مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ، كَانَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي حَاجَتِهِ،
وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهُ بِهَا
كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ .
“Siapa saja yang menolong kebutuhan saudaranya, maka Allah akan menolong kebutuhannya. Siapa saja yang membukakan kesulitan sesama muslim, maka Allah akan membukakan satu kesulitannya pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad).
Hadirin
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,




