Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Dalam kesempatan khutbah hari ini, marilah kita selalu meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Kehidupan
kita di dunia ini suatu saat akan berakhir dengan kematian. Namun berakhirnya
kehidupan ini tidak berarti berakhir pula seluruh jejak amal yang pernah kita
lakukan. Setiap kebaikan yang kita kerjakan dan setiap jejak yang kita
tinggalkan akan dicatat oleh Allah swt, termasuk kebaikan yang manfaatnya terus
dirasakan oleh orang lain setelah kita meninggal dunia. Allah swt berfirman:
إِنَّا نَحْنُ
نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ
أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ.
Artinya, “Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Yasin: 12).
Rasulullah
SAW bersabda:
إِنَّ مِمَّا
يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا
عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ
مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا
أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ
مَوْتِهِ.
Artinya, “Sungguh di antara amal dan kebaikan seorang mukmin yang menyertainya setelah kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarluaskan, anak saleh yang ditinggalkan, masjid yang dibangun, tempat yang disediakan untuk ibnu sabil (musafir), air sungai yang dialirkan, dan sedekah yang dikeluarkan dari hartanya ketika masih sehat dan masih hidup, semua itu akan menyertainya setelah kematiannya.” (HR. Ibnu Majah).
Berdasarkan hadits tersebut, ada beberapa amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir walaupun orang yang mengerjakannya sudah tiada. Pertama, ilmu yang pernah kita ajarkan dan kita sebarluaskan. Kedua, anak saleh yang kita tinggalkan. Ketiga, mushaf Al-Qur’an yang kita wariskan dan terus dibaca. Keempat, masjid yang kita terlibat di dalam pembangunannya. Kelima, tempat yang kita sediakan bagi para musafir. Keenam, aliran air yang kita alirkan untuk kemanfaatan manusia. Ketujuh, sedekah yang kita keluarkan saat kita masih hidup dan masih sehat.
Itulah beberapa amalan yang pahalanya tetap mengalir meskipun kita telah meninggal dunia. Jasad boleh kembali ke tanah, suara boleh tidak lagi terdengar, bahkan nama kita boleh dilupakan oleh manusia, tetapi kebaikan-kebaikan yang pernah kita tanam dapat terus tumbuh serta memberikan manfaat. Dan selama kebaikan itu masih dirasakan, maka selama itu pula ia akan menjadi bekal yang terus menyertai kita di akhirat nanti.
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah




