MENYEBARLUASKAN KEBAIKAN

Web ini Kumpulan tulisan kajian keagamaan yang menarik berdasarkan Al Qur’an dan Hadits Nabi Saw. Selain tulisan, Web juga berisi berita menarik seputar Madrasah, Video Tiktok dan Youtube yang baik untuk ditonton. Ikuti terus kajiannya, jangan sampai terlewatkan. Baca semua tulisannya. Semoga mendapatkan kebaikan. Amin

Jumat, 18 September 2026

Perbuatan Baik Yang Pahalanya Mengalir Walaupun Sudah Tiada

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Dalam kesempatan khutbah hari ini, marilah kita selalu meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. 

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Kehidupan kita di dunia ini suatu saat akan berakhir dengan kematian. Namun berakhirnya kehidupan ini tidak berarti berakhir pula seluruh jejak amal yang pernah kita lakukan. Setiap kebaikan yang kita kerjakan dan setiap jejak yang kita tinggalkan akan dicatat oleh Allah swt, termasuk kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan oleh orang lain setelah kita meninggal dunia. Allah swt berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ.

Artinya, “Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Yasin: 12). 

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي  صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ.

Artinya, “Sungguh di antara amal dan kebaikan seorang mukmin yang menyertainya setelah kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarluaskan, anak saleh yang ditinggalkan, masjid yang dibangun, tempat yang disediakan untuk ibnu sabil (musafir), air sungai yang dialirkan, dan sedekah yang dikeluarkan dari hartanya ketika masih sehat dan masih hidup, semua itu akan menyertainya setelah kematiannya.” (HR. Ibnu Majah).

Berdasarkan hadits tersebut, ada beberapa amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir walaupun orang yang mengerjakannya sudah tiada. Pertama, ilmu yang pernah kita ajarkan dan kita sebarluaskan. Kedua, anak saleh yang kita tinggalkan. Ketiga, mushaf Al-Qur’an yang kita wariskan dan terus dibaca. Keempat, masjid yang kita terlibat di dalam pembangunannya. Kelima, tempat yang kita sediakan bagi para musafir. Keenam, aliran air yang kita alirkan untuk kemanfaatan manusia. Ketujuh, sedekah yang kita keluarkan saat kita masih hidup dan masih sehat. 

Itulah beberapa amalan yang pahalanya tetap mengalir meskipun kita telah meninggal dunia. Jasad boleh kembali ke tanah, suara boleh tidak lagi terdengar, bahkan nama kita boleh dilupakan oleh manusia, tetapi kebaikan-kebaikan yang pernah kita tanam dapat terus tumbuh serta memberikan manfaat. Dan selama kebaikan itu masih dirasakan, maka selama itu pula ia akan menjadi bekal yang terus menyertai kita di akhirat nanti.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Demikianlah khutbah ini ulun sampaikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan bagi kita semua untuk memperbanyak amal kebaikan serta kesempatan untuk meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi sesama. Amin ya rabbal alamin

Sabtu, 29 Agustus 2026

Raihan Medali ISC Tahun 2026

Selamat dan Sukses 
Atas Raihan Medali kepada Siswa/i MTsN 1 Balangan Dalam 
Islamic Science Competetion (ISC) Kalimantan Selatan Tahun 2026

"Unggul Dalam Ilmu, Bersinar dalam Prestasi, Menuju Madrasah Maju dan Mendunia"

Jumat, 28 Agustus 2026

Cinta Nabi Saw adalah Meneladani Akhlaknya

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah  

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, tidak ada bekal yang paling berharga bagi kita ketika menghadap Allah selain iman dan ketakwaan.   

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Saat ini kita berada di bulan Rabiul Awal, bulan yang selalu mengingatkan kita kepada sosok manusia paling mulia, Nabi Muhammad saw. Di bulan ini, nama Rasulullah kembali sering disebut. Shalawat dilantunkan. Kisah kelahiran dan perjuangan beliau dibacakan. Majelis-majelis maulid kembali semarak. Semua itu merupakan ungkapan cinta kita kepada Rasulullah saw. 

Cinta yang sejati selalu melahirkan keinginan untuk mengikuti. Ketika kita mencintai seseorang dan menjadikannya sebagai teladan, tentu kita ingin meniru kebaikannya. Kita ingin memiliki sifat-sifat baik yang ada pada dirinya. Begitu pula dengan cinta kepada Nabi Muhammad saw. Mencintai Rasulullah berarti berusaha mengikuti beliau, meneladani akhlaknya, menjaga ucapan, memperbaiki perilaku, dan menghadirkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. Allah Swt berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.

Artinya, “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).   

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Salah satu cara mencintai Rasulullah saw. adalah berusaha meneladani akhlaknya. Sayyidah Aisyah pernah ditanya tentang seperti apa akhlak Rasulullah saw. Jawabannya sederhana, tetapi sangat dalam. Rasulullah Saw Bersabda:

سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, فَقَالَتْ لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا وَلَا صَخَّابًا فِي الْأَسْوَاقِ وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَصْفَحُ.

Artinya, “Aku (Abu Abdillah al-Jadali) pernah bertanya kepada Aisyah tentang akhlak Rasulullah. Ia menjawab: ‘Beliau bukanlah orang yang berkata keji, bukan pula orang yang berbuat keji, tidak suka berteriak-teriak di pasar, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan memaafkan dan berlapang dada.’” (HR. At-Tirmidzi).   

Demikian khutbah ini disampaikan, Semoga Allah menjadikan kita umat yang benar-benar mencintai Rasulullah. Cinta yang tidak hanya terucap melalui lisan, tetapi juga terlihat dalam akhlak dan perbuatan. Semoga shalawat yang kita lantunkan menjadi dorongan bagi kita untuk mengikuti jalan hidup beliau. Dan semoga pada hari kiamat nanti, kita termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat Rasulullah saw.

Kamis, 27 Agustus 2026

Rapat Dinas: "Bersinergi Menuju MTsN 1 Balangan Yang Cerdas, Disiplin dan Berkarakter"

Setelah di lantik pada tanggal 6 Agustus 2026 sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Balangan, maka dilaksanakan Rapat Dinas pertama kalinya yang dilaksanakan di Ruang Guru pada Hari Kamis, 27 Agustus 2026. Dalam rapat perdana itu, Kepala Madrasah Masroliyan Nor, S.Pd.I., M.Pd menyampaikan tentang Kinerja pegawai dan kedisiplinan ASN. Kepala Madrasah menyampaikan bahwa Rapat Dinas ini adalah langkah awal untuk komitmen yang kuat. Mari bersama merapatkan barisan, menyatukan visi misi dan menyelaraskan langkah demi kemajuan MTsN 1 Balangan kedepannya.


Popular