Alhamdulillahi, di hari yang penuh kemuliaan ini. Setelah satu bulan penuh menjalani ibadah Ramadan, kini tibalah pada hari di mana kita tidak hanya kembali kepada kesucian diri, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan sesama. Idul Fitri adalah momen untuk meraih kesempurnaan iman dan ketakwaan, dengan menjaga hati tetap bersih, memperbanyak amal saleh, dan menanamkan keikhlasan dalam setiap beramal serta terus istiqamah dalam kebaikan dan semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri Yang Dirahmati Allah
Bulan Ramadhan adalah bulan yang telah mendidik kita untuk lebih dekat kepada Allah dengan berbagai ibadah seperti puasa, shalat, sedekah, tilawah, dan amal kebajikan lainnya. Di bulan Ramadhan, berbagai ibadah terasa sangat ringan dilaksanakan karena dilakukan dengan keikhlasan dan berjamaah dengan penuh kebersamaan. Kita merasakan sendiri bagaimana kita mengalami lonjakan spiritual saat Ramadhan. Masjid penuh, Al-Qur'an lebih sering dibaca, doa-doa lebih khusyuk, semangat berbagi kepada sesama juga tinggi. Hal ini harus kita jaga dengan terus melakukan ikhtiar melalui peningkatan kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan setelah Ramadhan.
Untuk
menjaga ibadah Ramadhan tetap istiqamah dikerjakan ada empat hal yang bisa kita
lakukan. Pertama, senantiasa menyadari keberadaan Allah swt yang
mengetahui apa saja yang kita dilakukan sehari-hari. Kita harus sadar bahwa
Allah yang menakdirkan semua kejadian yang terjadi di muka bumi ini. Tidak ada
satupun kejadian di dunia ini yang luput dari pandangan dan kehendak-Nya, baik
terlihat dalam bentuk tindakan ataupun terbersit dalam hati. Rasulullah bersabda:
أَنْ تَعْبــُدَ
اللَّهَ كَأَنَّــكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Engkau menyembah Allah seakan engkau melihat-Nya, bila engkau tak melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihatmu.” (Riwayat Imam Muslim).
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri Yang Dirahmati Allah
Kedua kita menyadari
bahwa Allah memiliki malaikat yang bertugas mencatat amal perbuatan kita. Ada
dua malaikat yang membersamai kita dalam hidup ini, yaitu Malaikat Raqib dan
Atid. Mereka akan mencatat amal baik dan buruk kita. Ketika kita melakukan
ibadah dan kebaikan maka kita akan mendapatkan balasan pahala. Sebaliknya, jika
kita berbuat jahat dan buruk maka kita akan mendapatkan balasan dan dosa di dunia
maupun di akhirat. Allah berfirman:
فَمَنْ
يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَه. وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَه.
“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.” (Qs. Az-Zalzalah ayat 7).
Ketiga, menyadari bahwa
kehidupan di dunia ini memiliki batas yakni kematian. Ketika kematian sudah
datang, maka tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang sanggup untuk
menolaknya. Canggihnya teknologi kedokteran pun tak akan sanggup untuk
menghentikan takdir Allah berupa kematian. Ketika Allah berkehendak mencabut
nyawa makhluknya, maka itu adalah kepastian yang tak bisa ditolak. Allah
berfirman :
وَلِكُلِّ
اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا
يَسْتَقْدِمُوْنَ
“Setiap umat mempunyai
ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan
sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.” (Qs. Al-A'raf ayat 34).
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Shalat Idul Fitri Yang Dirahmati Allah
Terakhir
yang keempat, kita harus mengingat janji dan ancaman Allah swt berupa
surga dan neraka. Dengan mengingat janji Allah berupa surganya, kita akan
termotivasi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah. Kemudian saat
mengingat ancaman Allah berupa neraka, maka kita akan termotivasi untuk
menjauhi segala yang dilarang oleh Allah swt.
Demikianlah empat upaya yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan semangat ibadah yang telah tumbuh baik selama Ramadhan. Semoga kita diberikan umur panjang dan kesehatan untuk bisa menjaga ibadah kita terus meningkat setelah Ramadhan ini. Agar kita semua termasuk kedalam golongan orang-orang yang bertakwa. Amin ya rabbal alamin




