Web ini Kumpulan tulisan kajian keagamaan yang menarik berdasarkan Al Qur’an dan Hadits Nabi Saw. Selain tulisan, Web juga berisi berita menarik seputar Madrasah, Video Tiktok dan Youtube yang baik untuk ditonton. Ikuti terus kajiannya, jangan sampai terlewatkan. Baca semua tulisannya. Semoga mendapatkan kebaikan. Amin
Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, tidak ada bekal yang paling berharga bagi kita ketika menghadap Allah selain iman dan ketakwaan.
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Saat ini kita berada di bulan Rabiul Awal, bulan yang selalu mengingatkan kita kepada sosok manusia paling mulia, Nabi Muhammad saw. Di bulan ini, nama Rasulullah kembali sering disebut. Shalawat dilantunkan. Kisah kelahiran dan perjuangan beliau dibacakan. Majelis-majelis maulid kembali semarak. Semua itu merupakan ungkapan cinta kita kepada Rasulullah saw.
Cinta
yang sejati selalu melahirkan keinginan untuk mengikuti. Ketika kita mencintai
seseorang dan menjadikannya sebagai teladan, tentu kita ingin meniru
kebaikannya. Kita ingin memiliki sifat-sifat baik yang ada pada
dirinya. Begitu pula dengan cinta kepada Nabi Muhammad saw. Mencintai
Rasulullah berarti berusaha mengikuti beliau, meneladani akhlaknya, menjaga
ucapan, memperbaiki perilaku, dan menghadirkan ajaran beliau dalam kehidupan
sehari-hari. Allah Swt berfirman:
قُلْ إِنْ
كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ
لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ.
Artinya, “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Salah
satu cara mencintai Rasulullah saw. adalah berusaha meneladani akhlaknya.
Sayyidah Aisyah pernah ditanya tentang seperti apa akhlak Rasulullah saw.
Jawabannya sederhana, tetapi sangat dalam. Rasulullah Saw Bersabda:
سَأَلْتُ
عَائِشَةَ عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ,
فَقَالَتْ لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا وَلَا صَخَّابًا فِي
الْأَسْوَاقِ وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو
وَيَصْفَحُ.
Artinya, “Aku (Abu Abdillah al-Jadali) pernah bertanya kepada Aisyah tentang akhlak Rasulullah. Ia menjawab: ‘Beliau bukanlah orang yang berkata keji, bukan pula orang yang berbuat keji, tidak suka berteriak-teriak di pasar, dan tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan memaafkan dan berlapang dada.’” (HR. At-Tirmidzi).
Demikian
khutbah ini disampaikan, Semoga Allah menjadikan kita umat yang benar-benar
mencintai Rasulullah. Cinta yang tidak hanya terucap melalui lisan, tetapi juga
terlihat dalam akhlak dan perbuatan. Semoga shalawat yang kita lantunkan
menjadi dorongan bagi kita untuk mengikuti jalan hidup beliau. Dan semoga pada
hari kiamat nanti, kita termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat
Rasulullah saw.
Selamat dan Sukses Atas Raihan Medali kepada Siswa/i MTsN 1 Balangan Dalam Islamic Science Competetion (ISC) Kalimantan Selatan Tahun...