MENYEBARLUASKAN KEBAIKAN

Web ini Kumpulan tulisan kajian keagamaan yang menarik berdasarkan Al Qur’an dan Hadits Nabi Saw. Selain tulisan, Web juga berisi berita menarik seputar Madrasah, Video Tiktok dan Youtube yang baik untuk ditonton. Ikuti terus kajiannya, jangan sampai terlewatkan. Baca semua tulisannya. Semoga mendapatkan kebaikan. Amin

Jumat, 20 Februari 2026

Puasa Melatih Kejujuran

Puasa merupakan perbuatan yang dilakukan secara pribadi atau individu bukan kelompok. Puasa dilakukan dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari. Puasa menahan diri dari makan, minum dan bersenggama pada siang hari. Ketika seseorang sudah melakukan pengertian puasa itu, maka secara hukum fiqih dia telah berpuasa, dan kewajibannya sudah gugur.

 

Akan tetapi, puasa itu tidak hanya sekedar menahan lapar, haus dan senggama saja. Berpuasa itu melatih mengendalikan diri (jiwa) dari sifat-sifat yang tidak baik (Akhlak Madzmumah). Sehingga muncul dari dirinya sifat-sifat yang baik (Akhlak Mahmudah).

 

Ketika berpuasa hanya dirinya saja yang mengetahui. Orang lain disekitarnya bisa tidak mengetahuinya. Ketika dia tidak makan, tidak minum orang lain tidak tahu. Bahkan ketika dia makan atau minum sedikit aja tidak ada yang tahu. Hanya dirinya saja yang mengetahuinya. Makan dan minum walaupun sedikit akan membatalkan puasa. Ketika perbuatan itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi pun akan batal puasanya. Disinilah dituntut sebuah kejujuran dalam melaksanakan ibadah puasa.

 

Kita harus benar-benar melaksanakan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Laksanakan puasa dengan jujur. Benar-benar menahan lapar dan haus dari terbit fajar sampai tenggelam matahari. Tidak hanya itu, jujur dalam berpuasa juga tercermin dari sifat pribadinya.

 

Pada era sekarang, kemajuan teknologi sungguh luar biasa. Dengan adanya Handphone (HP) yang terkoneksi ke internit, maka pengguna HP bisa melihat, menonton dan membaca berita atau video apa saja. Media sosial seperti Instagram, Tiktok, Youtube, Facebook, WathsApp dan lainnya sudah menjadi kebutuhan para pengguna HP. Setiap saat mereka membuka media sosial, membaca berita apa saja, melihat dan menonton video apa saja. Sehingga, tidak jarang berita atau video yang ditonton itu berbau pornografi. Kita tidak bisa memfilter tontonan yang ada di media sosial. Awalnya tidak ada keinginan menonton video-video yang tidak baik, akan tetapi ketika kita membuka media sosial, maka konten-konten pornografi bisa muncul. Konten-konten pornografi ada yang vulgar ada juga yang tidak. Hanya menampilkan lekak-lekuk tubuh atau aurat wanita. Ketika kita melihat dengan sungguh-sungguh adegan yang ada di video itu, maka puasa kita akan berkurang pahalanya. bahkan ada yang mengatakan batal, walaupun secara fiqih yang membatalkan puasa itu Adalah makan dan minum atau ada sesuatu yang masuk ke dalam peruts secara sengaja. Akan tetapi, secara hakiki dia sudah merusak kesucian puasanya. Di mana puasa itu menjaga seluruh panca Inderanya dari hal-hal yang bisa merusak nilai puasanya.

 

Oleh sebab itu, Rasululullah Saw menyatakan bahwa banyak di kalangan umat islam yang berpuasa akan tetapi tidak mendapatkan pahala puasa. Yang mereka dapatkan hanya lapar dan dahaga saja.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ, قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ. (مسند أحمد ٨٥٠١, سنن ابن ماجه ١٦٨٠)

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Saw bersabda: "Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari puasanya melainkan lapar dan dahaga”. (Musnad Ahmad 8051, Sunan Ibnu Majah 1680).

 

Oleh sebab, setiap bulan Ramadhan hendaknya melatih diri untuk berbuat jujur. Jujur pada diri sendiri maupun orang lain. Jujur dalam perbuatan maupun dalam setiap pekerjaan. Jujur merupakan salah satu dari sifat terpuji. Jujur merupakan akhlak yang diajarkan Rasulullah Saw. Sifat jujur harus melekat dalam diri masing-masing. Dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya puasa saja, sikap jujur itu harus diterapkan disetiap lini kehidupan. Jujur disini bukan hanya tidak makan dan minum saja. Akan tetapi jujur dengan pandangan kita, pendengaran, tutur kata yang baik, dan aktivitas ibadah selama bulan Ramadhan. Dengan sikap jujur ada tertanam dalam diri kita, maka kita akan bisa menjaga kesucian puasa dari awal sampai akhir. Kita akan ikhlas menjalani ibadah puasa. Panca Indera kita terjaga, ibadah akan menjadi lebih khusyuk.

 

Rasululullah Saw menyatakan bahwa kejujuran akan membimbing pada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing kepada surganya Allah. Begitu juga sebaliknya, kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Oleh sebab itu, marilah kita selalu bersikap jujur dalam hidup ini. Tidak hanya saat berpuasa pada bulan Ramadhan. Akan tetapi terus berlanjut di bulan-bulan setelahnya. Dalam aktivitas apapun, jujur harus tetap dilaksanakan. Ketika kita sudah terlatih berbuat jujur, maka kita akan terbiasa nantinya. Dengan begitu, kita akan terbimbing untuk senantiassa berbuat kebaikan. Dan, mudah-mudahan kebaikan yang kita kerjakan membimbing kita menuju surganya Allah Swt. Aminn!!! Wallahu a’lam…

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا. )صحيح البخاري ٥٦٢٩, صحيح مسلم ٤٧١٩, سنن الترمذي ١٨٩٤, مسند أحمد ٣٤٥٦(

 

Dari Abdullah ra dari Nabi Saw beliau bersabda: "Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta." (Shahih Bukhari 5629, Shahih Muslim 4719, Sunan Tirmidzi 1894, Musnad Ahmad 3456).

 


#Menyebarluaskan Kebaikan”

Paringin, 20 Februari 2026 M / 2 Ramadhan 1447 H

Tidak ada komentar:

Popular