Akan tetapi, puasa itu tidak hanya sekedar menahan
lapar, haus dan senggama saja. Berpuasa itu melatih mengendalikan diri (jiwa)
dari sifat-sifat yang tidak baik (Akhlak Madzmumah). Sehingga muncul
dari dirinya sifat-sifat yang baik (Akhlak Mahmudah).
Ketika berpuasa hanya dirinya saja yang mengetahui.
Orang lain disekitarnya bisa tidak mengetahuinya. Ketika dia tidak makan, tidak
minum orang lain tidak tahu. Bahkan ketika dia makan atau minum sedikit aja
tidak ada yang tahu. Hanya dirinya saja yang mengetahuinya. Makan dan minum
walaupun sedikit akan membatalkan puasa. Ketika perbuatan itu dilakukan secara
sembunyi-sembunyi pun akan batal puasanya. Disinilah dituntut sebuah kejujuran
dalam melaksanakan ibadah puasa.
Kita harus benar-benar melaksanakan ibadah puasa
dengan sebaik-baiknya. Laksanakan puasa dengan jujur. Benar-benar menahan lapar
dan haus dari terbit fajar sampai tenggelam matahari. Tidak hanya itu, jujur
dalam berpuasa juga tercermin dari sifat pribadinya.
Pada era sekarang, kemajuan teknologi sungguh luar
biasa. Dengan adanya Handphone (HP) yang terkoneksi ke internit, maka pengguna
HP bisa melihat, menonton dan membaca berita atau video apa saja. Media sosial
seperti Instagram, Tiktok, Youtube, Facebook, WathsApp dan lainnya sudah
menjadi kebutuhan para pengguna HP. Setiap saat mereka membuka media sosial,
membaca berita apa saja, melihat dan menonton video apa saja. Sehingga, tidak
jarang berita atau video yang ditonton itu berbau pornografi. Kita tidak bisa
memfilter tontonan yang ada di media sosial. Awalnya tidak ada keinginan
menonton video-video yang tidak baik, akan tetapi ketika kita membuka media
sosial, maka konten-konten pornografi bisa muncul. Konten-konten pornografi ada
yang vulgar ada juga yang tidak. Hanya menampilkan lekak-lekuk tubuh atau aurat
wanita. Ketika kita melihat dengan sungguh-sungguh adegan yang ada di video
itu, maka puasa kita akan berkurang pahalanya. bahkan ada yang mengatakan
batal, walaupun secara fiqih yang membatalkan puasa itu Adalah makan dan minum
atau ada sesuatu yang masuk ke dalam peruts secara sengaja. Akan tetapi, secara
hakiki dia sudah merusak kesucian puasanya. Di mana puasa itu menjaga seluruh
panca Inderanya dari hal-hal yang bisa merusak nilai puasanya.
Oleh sebab itu, Rasululullah Saw menyatakan bahwa
banyak di kalangan umat islam yang berpuasa akan tetapi tidak mendapatkan
pahala puasa. Yang mereka dapatkan hanya lapar dan dahaga saja.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ, قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ
صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ. (مسند أحمد ٨٥٠١, سنن ابن ماجه ١٦٨٠)
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Saw
bersabda: "Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari
puasanya melainkan lapar dan dahaga”. (Musnad Ahmad 8051, Sunan Ibnu Majah
1680).
Oleh sebab, setiap bulan Ramadhan hendaknya melatih
diri untuk berbuat jujur. Jujur pada diri sendiri maupun orang lain. Jujur dalam
perbuatan maupun dalam setiap pekerjaan. Jujur merupakan salah satu dari sifat terpuji.
Jujur merupakan akhlak yang diajarkan Rasulullah Saw. Sifat jujur harus melekat
dalam diri masing-masing. Dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya puasa saja, sikap jujur itu harus diterapkan disetiap lini
kehidupan. Jujur disini bukan hanya tidak makan dan minum saja. Akan tetapi
jujur dengan pandangan kita, pendengaran, tutur kata yang baik, dan aktivitas
ibadah selama bulan Ramadhan. Dengan sikap jujur ada tertanam dalam diri kita,
maka kita akan bisa menjaga kesucian puasa dari awal sampai akhir. Kita akan
ikhlas menjalani ibadah puasa. Panca Indera kita terjaga, ibadah akan menjadi
lebih khusyuk.
Rasululullah Saw menyatakan bahwa kejujuran akan
membimbing pada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing kepada surganya
Allah. Begitu juga sebaliknya, kedustaan itu akan mengantarkan pada kejahatan,
dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka. Oleh sebab itu,
marilah kita selalu bersikap jujur dalam hidup ini. Tidak hanya saat berpuasa
pada bulan Ramadhan. Akan tetapi terus berlanjut di bulan-bulan setelahnya.
Dalam aktivitas apapun, jujur harus tetap dilaksanakan. Ketika kita sudah
terlatih berbuat jujur, maka kita akan terbiasa nantinya. Dengan begitu, kita
akan terbimbing untuk senantiassa berbuat kebaikan. Dan, mudah-mudahan kebaikan
yang kita kerjakan membimbing kita menuju surganya Allah Swt. Aminn!!! Wallahu
a’lam…
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ
الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي
إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ
لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا. )صحيح البخاري ٥٦٢٩, صحيح مسلم ٤٧١٩, سنن الترمذي ١٨٩٤, مسند أحمد
٣٤٥٦(
Dari Abdullah ra dari Nabi Saw beliau bersabda: "Sesungguhnya
kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke
surga, sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia
akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan
mengantarkan pada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan
menggiring ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta
sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta." (Shahih
Bukhari 5629, Shahih Muslim 4719, Sunan Tirmidzi 1894, Musnad Ahmad 3456).
#Menyebarluaskan Kebaikan”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar