MENYEBARLUASKAN KEBAIKAN

Web ini Kumpulan tulisan kajian keagamaan yang menarik berdasarkan Al Qur’an dan Hadits Nabi Saw. Selain tulisan, Web juga berisi berita menarik seputar Madrasah, Video Tiktok dan Youtube yang baik untuk ditonton. Ikuti terus kajiannya, jangan sampai terlewatkan. Baca semua tulisannya. Semoga mendapatkan kebaikan. Amin

Kamis, 19 Februari 2026

Ramadan Obral Pahala

“Apabila datang bulan Ramadan pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (Shahih Bukhari 3035, Shahih Muslim 1793, Sunan Nasa'i 2072, Musnad Ahmad 7450, Sunan Darimi 1710 , Muwatha' Malik 604). 

Bulan ramadan merupakan bulan obral pahala bagi orang yang berbuat kebaikan. Semua perbuatan baik yang dilakukan pada bulan ramadan, sekecil apapun perbuatan baik itu akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat ganda. Bahkan tidur pun berpahala asalkan tidurnya tidak kebablasan sampai meniadakan shalat yang wajib dan terlalu lama. Pada bulan ramadan juga, kesempatan untuk berbuat dosa itu kemungkinannya kecil. Kenapa? 

Pada bulan Ramadhan kita menjaga pandangan dan pendengaran dari hal-hal yang tidak baik. Sudah menjadi keyakinan bahwa pandangan yang mengandung syahwat bisa membatalkan puasa paling tidak mengurangi jatah pahala. Begitu juga dengan pendengaran yang tidak baik bisa mengurangi pahala puasa. Mulut juga terjaga dari perkataan yang tidak baik. Bahkan, pada saat Ramadhan sangat jarang ada ibu-ibu yang nongkrong di beranda rumah untuk ngrumpi (ghibah). Ini menandakan bahwa bulan Ramadhan memang terjaga dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik. 

Selain itu, Tingkat kejahatan selama bulan Ramadhan juga kecil. Pencurian, perampokan, dan pembunuhan, perkosaan, perjinahan dan lain-lainnya sangat jarang kita dengar di televisi ataupun media sosial. Umat islam di seluruh penjuru bumi sama-sama menjaga kesucian bulan Ramadhan. Sehingga terjaga dengan baik. 

Pada bulan Ramadhan masjid, mushalla penuh dengan jamaah untuk melaksanakan shalat berjamaah, apalagi pada malam hari saat jamaah melaksanakan shalat tarawih, masjid dan mushalla sangat ramai. Selesai shalat tarawih lanjut dengan tadarus al qur’an. Ada juga yang mengisi dengan ceramah atau tausyiah. Ini menandakan bulan Ramadhan penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Pantas saja, Rasululullah Saw dalam hadits di atas, menyebutkan bahwa pada bulan ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan dibelenggu. Ini membuktikan bahwa pada bulan Ramadhan diberikan Allah keluasaan untuk berbuat kebaikan, hal ini ditandai dengan dibukanya pintu-pintu surga. Begitu sebaliknya, tingkat kejahatan dibulan ramadan berkurang hal ini ditandai dengan ditutupnya pintu-pintu neraka. Apalagi setan dibelenggu (dipasung) sehingga mereka tidak leluasa mengganggu atau menggoda manusia untuk berbuat jahat dan maksiat. 

Dari sinilah terbuka kesempatan emas bagi seluruh umat islam untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan selama bulan Ramadhan. Rasulullah Saw menyatakan bahwa setiap satu kebaikan yang dilakukan akan dibalas 10 kali lipat bahkan sampai 700 kali lipat balasannya. Sedangkan orang yang berpuasa langsung diberikan Allah tanpa ada batasannya. Puasa yang dikerjakan dengan baik akan menjadi tameng atau perisai dari siksa api neraka. Artinya, orang yang berpuasa tidak akan mendapat siksa neraka. Bahkan bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi (harum) daripada minyak wangi yang ada di sisi Allah Swt.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ, قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَبَّكُمْ يَقُولُ كُلُّ حَسَنَةٍ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنْ النَّارِ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ وَإِنْ جَهِلَ عَلَى أَحَدِكُمْ جَاهِلٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ. (سنن الترمذي ٦٩٥, مسند أحمد ٧٢٨٩, موطأ مالك ٦٠٣, سنن الدارمي ١٧٠٥)

Dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya Rabb kalian berfirman: Setiap kebaikan diberi pahala sebanyak sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat, sedangkan puasa diperuntukkan untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahala puasanya (tanpa batasan jumlah pahala), puasa merupakan tameng dari api neraka, dan bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah daripada wangi misk (minyak wangi) dan jika salah seorang diantara kalian mengajakmu bertengkar padahal dia sedang berpuasa, maka katakanlah sesungguhnya saya sedang berpusa." (Sunan Tirmidzi 695, Musnad Ahmad 728,9 Muwatha' Malik 603,  Sunan Darimi 1705). 

Untuk itu, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya bulan Ramadhan ini dengan berpuasa selama sebulan penuh. Isi dengan banyak berbuat kebaikan seperti sedekah, baca al qur’an, shalat berjamaah, shalat malam (Tarawih dan Tahajud). Kemudian jaga pandangan dari hal-hal yang mengundang syahwat. Jaga pendengaran dari hal yang tidak baik. Jaga mulut untuk tidak berkata kasar, mengumpat serta mengghibah orang lain. Langkahkan kaki untuk menuju masjid, mushalla dan majlis taklim. Bekerja dengan jujur dan disiplin. Dengan begitu, setiap pekerjaan yang kita lakukan selama bulan Ramadhan akan diganjar dengan berlipat ganda. Dan tentunya, derajat Muttaqin (takwa) akan kita peroleh nantinya. Semoga!!! Wallahu a’lam 

 

#Menyebarluaskan Kebaikan#

Lampihong, 19 Februari 2026 M / 1 Ramdahan 1447 H

Jumat, 13 Februari 2026

Sambut Ramadhan, Siswa MAN 3 Balangan Gelar Aksi Bersih Masjid dan Mushalla

Sambut Ramadhan, Siswa MAN 3 Balangan Gelar Aksi Bersih-bersih Masjid dan Langgar

Lampihong - Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H, MAN 3 Balangan kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan yang bertajuk "Jumat Bersih". Kegiatan yang berlangsung pada Jumat pagi ini difokuskan pada pembersihan masjid dan langgar yang berada di lingkungan sekitar Madrasah.

Aksi gotong royong ini melibatkan puluhan siswa, guru, dan staf kependidikan. Dengan membawa peralatan kebersihan seperti sapu, pel, hingga alat pembersih kaca, para siswa tampak antusias membersihkan setiap sudut tempat ibadah, mulai dari area utama shalat, tempat wudhu, hingga halaman luar.

Kepala MAN 3 Balangan, Masroliyan Nor, S.Pd.I., M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kebersihan biasa, melainkan bentuk pengabdianmadrasah kepada masyarakat sekitar.
"Kegiatan ini merupakan agenda rutin kami setiap tahun menjelang Ramadhan. Tujuannya agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk di lingkungan yang bersih", ujarnya.

Selain untuk mempersiapkan sarana ibadah, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan sifat religius yaitu menyadarkan siswa bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, pendidikan karakter yaitu melatih rasa kepedulian sosial dan kerja sama antar siswa, serta mempererat hubungan antara pihak madrasah dengan warga sekitar.

Link Bisa di Lihat👇



Selasa, 10 Februari 2026

Bulan Sya'ban Pembersihan Hati

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hari ini kita memasuki bulan Sya’ban. Bulan ini hendaknya kita jadikan momentum membersihkan penyakit-penyakit hati agar kita mampu menyambut Ramadhan yang suci dengan jiwa yang bersih, ikhlas, dan ketenangan hati. Bulan Sya’ban bukan hanya bulan penantian, tetapi momentum penting untuk membersihkan hati dan menata jiwa untuk bertemu Ramadhan. Rasulullah sudah memberi teladan nyata dengan memperbanyak amal ibadah di bulan Sya’ban karena bulan ini adalah masa pengangkatan catatan amal kita kepada Allah SWT. Maka, membersihkan hati dari penyakit hati menjadi ikhtiar penting agar Ramadhan bisa disambut dengan jiwa yang sehat dan ibadah yang berkualitas.

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di antara penyakit hati yang harus kita bersihkan dari hati kita adalah iri dan dengki atau hasad. Hasad adalah perasaan tidak suka terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain, disertai keinginan agar nikmat tersebut hilang. Penyakit ini sangat berbahaya karena dapat menghapus pahala amal kebaikan sebagaimana api melahap kayu bakar. Hasad juga menumbuhkan kebencian, memutus silaturahmi, dan merusak persaudaraan. Allah berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ

Artinya: “Janganlah kamu berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.” (QS An-Nisa: 32)

 

Mari hilangkan iri dan dengki dengan memperbanyak syukur, menyadari bahwa rezeki telah diatur Allah dengan adil, mendoakan kebaikan bagi orang yang diberi nikmat, serta menanamkan keyakinan bahwa nikmat orang lain tidak mengurangi jatah kita sedikit pun.

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Penyakit hati selanjutnya yang harus kita hilangkan adalah sombong atau takabbur dan membanggakan diri atau ujub. Penyakit hati ini sangat berbahaya karena menjadi sebab tertolaknya kebenaran dan terhalangnya seseorang dari surga, sebagaimana kesombongan Iblis yang menolak perintah sujud kepada Nabi Adam. Penyakit hati ini juga membuat kita lupa bahwa semua kebaikan berasal dari Allah sekaligus menumbuhkan kesombongan terselubung. Dalam Al-Qur’an, Allah melarang sikap sombong dan membanggakan diri:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ

Artinya: “Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” (QS Luqman: 18)

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kemudian mari kita juga hilangkan penyakit dendam dan benci di bulan Sya’ban ini. Dendam adalah keinginan membalas keburukan dengan keburukan, sedangkan benci adalah perasaan permusuhan yang mengendap di hati. Penyakit ini mengotori jiwa, menyenangkan setan, dan menutup pintu ampunan Allah, khususnya ketika hati enggan memaafkan. Mari latih jiwa kita untuk bisa memaafkan dengan mengingat besarnya pahala orang yang memberi maaf. Mari berdoa agar hati kita dilembutkan serta mampu meneladani Rasulullah yang mudah memaafkan, bahkan kepada orang yang menyakitinya. Rasulullah bersabda:

مَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلا عِزًّا

Artinya, “Tidaklah Allah menambahkan seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan menambah kemuliaan baginya.” (HR Muslim).

 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Bulan Sya’ban bukan hanya tentang menunggu Ramadhan, tetapi tentang menyiapkan diri agar layak bertamu di bulan suci. Dengan membersihkan penyakit hati, kita tidak hanya menyambut Ramadhan secara fisik, tetapi juga secara ruhani. Semoga Allah SWT membersihkan hati kita, menghilangkan penyakit batin yang merusak, dan mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan hati yang sehat dan penuh keikhlasan. Amin.

Popular