MENYEBARLUASKAN KEBAIKAN

Web ini Kumpulan tulisan kajian keagamaan yang menarik berdasarkan Al Qur’an dan Hadits Nabi Saw. Selain tulisan, Web juga berisi berita menarik seputar Madrasah, Video Tiktok dan Youtube yang baik untuk ditonton. Ikuti terus kajiannya, jangan sampai terlewatkan. Baca semua tulisannya. Semoga mendapatkan kebaikan. Amin

Rabu, 04 Maret 2026

Guru Masrul: Berdakwah Lewat Tulisan, Terbitkan Buku Menuai Buah Kebaikan


PARINGIN - Aktivitas dakwah sudah lama menjadi bagian dari keseharian Masroliyan Nor. Selain mengajar dan memimpin madrasah, ia kerap menyampaikan pesan-pesan keislaman di tengah masyarakat. Baik melalui forum pengajian maupun mimbar khotbah.

Seiring bertambahnya tanggung jawab, ia memilih jalan lain agar dakwah tetap berjalan, yakni melalui tulisan. Masroliyan Nor saat ini menjabat Kepala MAN 3 Balangan. Di tengah aktivitasnya sebagai pendidik, peran sebagai penceramah dan pendakwah tetap ia jalani.

Di kalangan jemaah, ia dikenal dengan sapaan 'Guru Masrul'. Namun, keterbatasan waktu membuatnya tidak selalu bisa hadir di banyak undangan dakwah. “Setiap orang punya cara dakwah masing-masing. Ada yang lisan, ada yang tulisan. Karena kesibukan, saya memilih menulis, kecuali khotbah Jumat,” ujarnya.

Pilihan tersebut ia jalani secara konsisten. Menulis menjadi caranya menjaga dakwah tetap berjalan. Dari kebiasaan itu, sebagian tulisannya kemudian dihimpun dalam buku Menuai Buah Kebaikan, yang ia niatkan sebagai amal jariah.

Kebiasaan menulis itu telah ia jalani sejak 2010. Pada masa itu, Guru Masrul rutin mengirimkan tulisan ke salah satu harian di Kalsel yang membuka rubrik kritik dan masukan terhadap kebijakan pemerintah. Momen itu menjadi awal keterampilannya menyampaikan gagasan secara tertulis. Hampir setiap bulan, tulisannya dimuat di koran.

Kesadaran menulis sebagai medium dakwah semakin kuat sejak 2018, ketika ia dimutasi dari MTs Darul Istiqomah ke MAN 2 Balangan. Sejak saat itu, menulis tidak lagi sekadar kebiasaan, tetapi diniatkan sebagai bagian dari aktivitas dakwah yang terus ia jaga. “Saya niatkan menulis setiap hari, meski sekarang intensitasnya sudah berkurang,” katanya.

Tulisan-tulisan Guru Masrul tersebar di berbagai platform digital dan dapat dibaca oleh masyarakat luas. Ia mengaku tidak mempermasalahkan jika tulisannya dikutip, disadur, atau digunakan ulang oleh pihak lain. “Selama niatnya untuk kebaikan umat, saya ikhlaskan. Bagi saya itu tetap ibadah,” ucapnya.

Dorongan berdakwah melalui tulisan tidak terlepas dari pengalaman pendidikannya. Saat menempuh studi di UIN Antasari, Guru Masrul mengikuti pendidikan kader dakwah praktis yang dipimpin KH Ilham Masykuri Hamdi, akademisi yang juga pernah berkiprah sebagai wartawan. Dari lingkungan tersebut, ia mendapatkan dorongan untuk berdakwah secara kontekstual dan menuangkan gagasan melalui tulisan.

Tulisan-tulisan yang kemudian dihimpun dalam Menuai Buah Kebaikan lahir dari aktivitas dakwah yang ia jalani sehari-hari. Sebagian besar sebelumnya dipublikasikan di media sosial dan platform digital, sebelum akhirnya dikumpulkan dan diseleksi agar tidak berserakan.

Selain dorongan pembaca, penerbitan buku tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan akademis sebagai guru, khususnya dalam pengembangan karier kepangkatan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama penulisan tetap pada kebermanfaatan dakwah.

Menurutnya, tulisan memiliki daya jangkau yang berbeda dibandingkan ceramah lisan. Ceramah hanya didengar jemaah di satu tempat, sementara tulisan dapat dibaca berulang kali. “Kalau tulisan dibaca dan memberi manfaat, pahalanya terus mengalir,” tuturnya.

Guru Masrul memandang tulisannya sebagai bagian dari upaya menghadirkan bacaan keislaman yang dekat dengan keseharian masyarakat Banua. Tradisi keilmuan Islam di Kalimantan Selatan juga dikenal melalui karya-karya ulama seperti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari dan ulama lain yang meninggalkan kitab-kitab keagamaan.

Dalam konteks itulah, tulisan-tulisan Guru Masrul dihadirkan sebagai penerus bacaan keislaman yang diharapkan bisa memberi warna baru literasi Banua.

Nilai-nilai lokal Banua dan pengalaman berdakwah di tengah masyarakat turut mewarnai isi tulisannya. Sebagai pendidik dan penceramah, ia banyak menulis dari realitas yang ia temui sehari-hari. “Sebagus apa pun tulisan, kalau tidak dibaca, dakwahnya tidak sampai,” ujarnya.

Melalui tulisan, Guru Masrul berupaya menjaga pesan-pesan keislaman tetap hadir dan dibaca, sebagai bagian dari ikhtiar pribadi dalam menyemai kebaikan. 

 

Berita asli bisa dilihat di👇

https://radarbanjarmasin.jawapos.com/religi/1977267879/guru-masrul-berdakwah-lewat-tulisan-terbitkan-buku-menuai-buah-kebaikan

Simak Videonya di link👇

https://www.youtube.com/watch?v=x9M-cY8nSGU 

Tidak ada komentar:

Popular