MENYEBARLUASKAN KEBAIKAN

Web ini Kumpulan tulisan kajian keagamaan yang menarik berdasarkan Al Qur’an dan Hadits Nabi Saw. Selain tulisan, Web juga berisi berita menarik seputar Madrasah, Video Tiktok dan Youtube yang baik untuk ditonton. Ikuti terus kajiannya, jangan sampai terlewatkan. Baca semua tulisannya. Semoga mendapatkan kebaikan. Amin

Senin, 27 Juli 2026

Apel Bendera, Pembina Motivasi Siswa MAN 3 Balangan Petakan Masa Depan Sejak Dini

Minggu, 26 Juli 2026

TIM MAN 3 Balangan Melaju ke Grand Final Kompetesi Karya Tulis Ilmiah Nasional Tahun 2026

TIM MAN 3 Balangan Menangkan Kategori Best Team & Bronze Medal LKTIN Tingkat Nasional

Jumat, 24 Juli 2026

Perkuat Nilai Spiritual, MAN 3 Balangan Ajak Ziarah Makam Ulama Setempat

Senin, 20 Juli 2026

Orang Yang Selamat di Akhirat

Hadirin Jamaah Jumah yang dirahmati Allah, 

Dalam kesempatan ini, marilah kita sama-sama mempertahankan sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Sebab, takwa merupakan bekal terbaik kita menghadapi kehidupan akhirat kelak, di samping sebagai perisai diri kita dalam rangka menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.  

Hadirin Jamaah Jumah yang dirahmati Allah,

Allah Swt berfirman dalam Al-Quran yang merupakan petikan dari doa Nabi Ibrahim. 

وَلا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ ، يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ، إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيم.ٍ  

“Janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS As-Syu’ara: 87-89).   

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang yang selamat di akhirat adalah orang yang membawa hati yang bersih. Bersih dari kesyirikan kepada Allah, bersih dari sifat-sifat tercela, serta bersih dari berbagai penyakit hati. Selain itu, hati yang bersih juga merupakan sarana untuk meraih ketenangan dan kelapangan hati.     

Hadirin Jamaah Jumah yang dirahmati Allah,

Ada tiga kunci atau cara untuk bisa meraih ketenangan dan ketentraman dalam hidup ini.

Pertama, berdzikir dan selalu mengingat Allah Swt Dzat yang maha menciptakan. Kapan pun dan di mana pun. Baik dzikir dengan lisan, dengan hati, maupun dengan keduanya. Baik secara jahar atau suara keras maupun secara sirr atau suara pelan. Allah Swt berfirman :   

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ  

“Ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram,” (QS Ar-Ra’du: 28).    

Kunci kedua adalah bertaubat dan berserah diri kepada Allah. Setiap manusia pasti berbuat dosa dan kesalahan. Obatnya adalah bertaubat kepada Allah. Orang yang berdosa kemudian bertaubat ibarat orang yang kotor kemudian mandi. Hal itu harus segera dilakukan, jangan menunggu dosa itu berkarat dan berakibat mengeraskan hati. Setiap kita sudah berbuat lalai atau berbuat dosa, segera akhiri dengan taubat. Setidak-tidaknya dengan istigfar. 

Kunci ketiga adalah selalu menolong sesama. Orang yang selalu menolong kesulitan orang lain, maka akan ditolong oleh Allah. Siapa saja yang membukakan kesulitan sesama muslim, maka Allah akan menghilangkan kesulitannya pada hari Kiamat. Dengan mendapat pertolongan orang lain, hati kita menjadi senang? Maka itu pula yang dialami orang lain saat ditolong oleh kita. Maka mulai dari sekarang, perbanyaklah membantu orang lain. Niscaya kita akan mendapat pertolongan Allah. Rasulullah saw bersabda :   

مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ، كَانَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ     .

“Siapa saja yang menolong kebutuhan saudaranya, maka Allah akan menolong kebutuhannya. Siapa saja yang membukakan kesulitan sesama muslim, maka Allah akan membukakan satu kesulitannya pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad).  

Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita semua menebar kebaikan. Kebaikan yang kita lakukan sekecil apapun akan kembali kepada kita. Tolonglah orang lain, niscaya kita akan mendapat pertolongan dari Allah Swt. Bukalah kesulitan orang lain, niscaya kesulitan kita pada hari kiamat akan dibukakan oleh Allah. Demikan Khutbah ini, Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa mendapat pertolongan Allah Swt dan mudah-mudahan di akhirat kelak kita termasuk hamba-hamba yang mewarisi surga-Nya. Amin ya rabbal ’alamin.

Apel Bendera, Pembina : Kesuksesan Butuh Keberanian Melangkah

Jumat, 17 Juli 2026

Tahun Ajaran 2026/2027, Ekskul Pramuka MAN 3 Balangan Kembali Aktif

Kamis, 16 Juli 2026

Bentuk Karakter Islami, MAN 3 Balangan Awali Pagi Dengan Lantunan Yasin dan Sholawat

Rabu, 15 Juli 2026

Hari Terakhir MATAMUDA: Murid Baru Berkomitmen Perangi Bullying, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Bukan Sekadar Berburu Nilai, MAN 3 Balangan Bentuk Akhlak Murid Baru Lewat Sosialisasi Tata tertib

Pastikan Berjalan Lancar, Pengawas Kankemenag Balangan Monitoring Hari Terakhir MATAMUDA di MAN 3 Balangan

Selasa, 14 Juli 2026

Hari Kedua MATAMUDA : Kupas Tuntas Pengembangan Bakat Lewat Ekstrakulekuler

Hari Kedua MATAMUDA, Siswa MAN 3 Balangan Lakukan Aksi Nyata Cinta Lingkungan

MATAMUDA : Rapika Andriani Ingatkan Murid Baru Bahaya Jejak Digital Yang Abadi

Senin, 13 Juli 2026

Pembukaan MATAMUDA Tahun 2026 : Kepala Madrasah Tegas Larang Perploncoan

Move On dari Libur Panjang, MAN 3 Balangan Langsung Setel Ritme Belajar Disiplin

Jumat, 10 Juli 2026

Menjadi Muslim Yang Menyenangkan

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita selalu berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, takwa merupakan sebaik-baiknya bekal dalam menjalani hidup di dunia dan bekal keselamatan menuju akhirat kelak.   

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Pelaksanaan takwa itu tidak hanya ibadah saja, seperti shalat, puasa, zakat dan lainnya. Tetapi harus terwujud dalam keseharian kita, mulai dari cara kita berbicara, bersikap, dan memperlakukan orang lain. Orang Muslim yang bertakwa bukanlah mereka yang hanya rajin beribadah saja, tetapi juga yang kehadirannya membawa ketenangan dan kenyamanan bagi orang lain disekitarnya. Lantas, bagaimana cara kita menjadi muslim yang menenangkan dan tidak meresahkan? Ada beberapa cara yang dapat kita praktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari.   

Pertama, dengan senantiasa menjaga lisan agar ucapan-ucapan yang keluar tidak menyakiti orang lain. Sebab lisan adalah bagian kecil dari anggota tubuh yang memiliki dampak sangat besar. Dengan lisan, kita bisa menyejukkan dan menenangkan hati orang lain, tetapi dengan lisan pula kita bisa melukai perasaan mereka, bisa memecah belah persaudaraan, bahkan menghancurkan rumah tangga. Rasulullah saw bersabda:

اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim sejati adalah orang yang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).   

Kedua, senantiasa berusaha menjadi muslim yang penyayang. Caranya adalah dengan menjadi pribadi yang mudah memaafkan, ringan tangan untuk menolong, serta peduli terhadap keadaan orang lain. Sehingga dengan senantiasa melakukan perbuatan mulia tersebut, kita tidak akan senang melihat orang lain menderita, apalagi menjadi penyebab penderitaan orang lain. Rasulullah saw. Bersabda :

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ! اِرْحَمُوْا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang-orang yang penyayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Pengasih! Sayangilah siapa saja yang ada di bumi, niscaya penduduk langit akan menyayangi kalian.” (HR. At-Tirmidzi).   

Ketiga, senantiasa berusaha menahan amarah dan memperbanyak bersabar. Ini sangat penting untuk kita perhatikan bersama, karena marah dapat menjadi penyebab munculnya tindakan-tindakan meresahkan. Misalnya, seseorang ketika marah akan mudah kehilangan kendali, mengucapkan kata-kata kotor, hingga melakukan tindakan yang akan disesali di kemudian hari. Maka menjadi manusia yang menenangkan berarti kita harus mampu mengendalikan emosi, menahan amarah, serta menyikapi setiap persoalan dengan kepala dingin dan penuh kesabaran. Rasulullah saw bersabda:

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang kuat bukanlah mereka yang pandai bergulat, tetapi ia yang mampu menahan dirinya saat marah.” (HR. Bukhari & Muslim).   

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Demikianlah khutbah Jumat pada hari ini. Mari kita semua berusaha meneladani akhlak Rasulullah dengan menjadi muslim yang kehadirannya membawa ketenangan bukan keresahan. Semoga Allah swt senantiasa membimbing kita agar mampu menjaga lisan, perbuatan, dan seluruh sikap kita, agar kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Amin ya Rabbal 'alamin.

Rabu, 08 Juli 2026

Makin di Minati Masyarakat, MAN 3 Balangan Tambah Rombongan Belajar di Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Kamis, 18 Juni 2026

Ucapan Selamat Kepada Siswa yang Lulus Seleksi Paskibraka Kecamatan Lampihong

Rabu, 17 Juni 2026

MAN 3 Balangan Gelar Rapat Dinas, Bahas Kenaikan Kelas dan Libur Semester Genap

Popular